Berharap untuk tersakiti

1651 Words

Sementara itu, di Bandara Wahyu melangkah tanpa semangat. Seolah ada banyak beban berat yang mengikat kedua kakinya. menahannya agar tak pergi meninggalkan semuanya. Memintanya agar memberikan kesempatan kedua untuk memperbaiki semua kesalahan yang tercipta. Rayyan di dalam pangkuannya adalah satu-satunya alasan ia tersenyum saat ini. Wahyu mencoba bercanda dengan Putranya, demi mengusir kejenuhan selama menunggu proses dokumen penerbangannya. Dewi yang mengurus semuanya, ia hanya diminta untuk duduk dan menjaga Rayyan. "Kau ingin kita pergi nak?" Wahyu mengelus lembut rambut Rayyan, mencoba berdialog pada putra kecilnya yang baru bisa merespon kata-katanya dengan tawa lucu dan menggemaskan. Tatapannya penuh binar, tak melihat noda dosa yang berlumuran di tubuh Ayahnya. "Kau tau nak, a

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD