Hukuman atas lalainya hati

1890 Words

"Hallo, Mas! kamu dimana? Aku nungguin kamu dari tadi. Aku masih di rumah Mas, ini aku ada di dapur. Aku berdiri di depan pintu belakang. Kamu benar mas, disini nyaman sekali! Angin berhembus sejuk, menenangkan hati. Kamu dimana Mas? Segeralah datang menjemputku, Mas. Ini sudah malam, kasihan Tiara." Bunga berucap tanpa jeda, sambil terus mengusap air matanya yang jatuh menetes. hatinya ingin sekali meyakini bahwa Wahyu akan segera datang, disisi lain, nalurinya membaca jelas, gelagat perpisahan di depan matanya, sebagaimana seperti yang Alex dan Mira katakan. Masih bisakah ia berharap takdir baik senantiasa merengkuhnya? Atau kali ini adalah waktu baginya untuk menelan pil pahit kenyataan. Sebuah pil yang akan segera menyadarkan dirinya dari buaian mimpi yang selama ini terlalu jauh di

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD