Masa kini, selepas belasan tahun penuh kepiluan berlalu. - Bunga menyeruput lemon iced tea miliknya. Ia tengah menunggu kedatangan seseorang sebelum berangkat kerja menuju Alexa. Entah berapa lama ia duduk disana, puas melempar pandangan ke arah air mancur yang berada di tengah taman cafe tersebut, lalu kembali menatap gelas minumannya yang es nya hampir melebur seluruhnya. Sekeliling gelas telah basah dipenuh oleh titik-titik embun karena perbedaan suhu antara luar dan dalam gelas. Bunga mempermainkan sendok kecil di dalam gelas, mengaduk dasar minuman yang gulanya telah larut sempurna. Ia tersenyum membandingkan rasa minuman itu dengan kehidupannya. "Kau kalah! Hidupku lebih banyak rasa darimu!" Bunga berbicara dan tersenyum sendiri seperti orang tak waras. Bunga menaikan alisnya me

