Sudah satu minggu Bunga kembali bertugas di Alexa, ia merasa kembali ke habitat tempatnya mencari nafkah. Sebenarnya memang lebih baik jika dia tetap di Asia Pratama. Tugasnya pun tidak terlalu berat, hanya meracik minuman jika di minta, atau menyajikan minuman saat ada rapat penting. Tapi Bunga tidak merasa nyaman bekerja di sana, apalagi harus selalu bertemu dengan Wahyu, si pria lift itu, si Presdir sombong yang cukup muda dan tampan. Eh, benarkah dia tampan? kenapa ia jadi memuji fisik lelaki itu? Meskipun Wahyu sudah tak pernah menyulitkan Bunga, ia masih saja merasa malu karena perbuatannya sendiri. Ia menyesali kenapa harus menjadi tikus kecil saat itu. Tapi senyaman apapun ia bekerja di Asia Pratama, Bunga merasa, dunia malamlah tempat bekerja ternyaman baginya. Meskipun kadang

