Pagi berikutnya, masih belum milik Bunga. Ia terus dikejar Mira, memastikan dirinya kembali ke kantor itu, mempertanggung jawabkan semua perbuatan memalukannya. "Halo! Bunga kamu dimana? Kamu jadi masuk di Asia Pratama kan? Jangan melarikan diri kamu ya! Tanggung jawab atas semua perilakumu. Aku nggak mau tau! Awas kalau Asia Pratama memutuskan kontraknya sama aku!" Cecar Mira tanpa jeda di telepon. Bunga sampai menjauhkan ponselnya dari daun telinga, agar gendang telinganya tidak sakit oleh teriakan Mira. "Pagi-pagi udah ngomel aja Mir! Nanti garis kerutan di wajahmu bertambah lebih cepat loh!" sindir Bunga. "Ah benarkah?" ucap Mira memelankan suaranya. "Iya, belum lagi kamu nanti stroke, marah-marah terus. Nanti yang jalankan Alexa siapa?" "Aah, sudah-sudah. Kamu paling seneng kan k

