Sepi

1323 Words

Bunga melemparkan sepatunya kesembarang arah di teras. Sebal, menghadapi hari ini yang menguras emosi. Dia berjalan menuju dapur, ditatapnya cangkir kopinya yang dia buat tadi pagi. Belum sempat dia teguk, malah menjadi sasaran pesta semut-semut nakal. Begitu juga roti isi miliknya, berlubang-lubang di setiap sisinya, berhasil di angkut oleh ratusan mahluk berkoloni itu. Melihat roti di meja, ingatan Bunga terlempar pada kejadian hari ini di kantor Asia Pratama. Roti, air mineral, security, penjara. Semua kata-kata itu saling berhubungan di dalam kepala Bunga. Membuat moodnya menjadi lebih buruk. Diraihnya ponsel dari dalam tas. Mencari kontak Alex, lalu menekan tombol panggil. Tidak sampai nada tunggu berdering tiga kali, si empunya sigap menerimanya di seberang. "Ya, hallo. Ada apa sa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD