Pertemuan tak terduga

2231 Words

Kaget mendengar suara putranya, Dewi mendongakkan kepala. Buru-buru mengusap bulir yang masih menggantung, belum terselesaikan. “Are you crying Mom? Why? Cerita sama Ray!” Rayyan memeluk sang Mommy. Mengusap lembut punggungnya. “Enggak ada apa-apa, Ray. Mommy Ok! Dont worry! Kamu jangan khawatir ya!” Dewi melepaskan pelukan hangat puteranya. Bukan tidak nyaman, pelukan itu sangat nyaman baginya. Tapi justru karena kenyamanan itu, Dewi takut lepas kontrol dan menceritakan semua beban yang selama ini ia sembunyikan dari putranya. Biar saja ia sendiri yang menanggung rasa sakit penghianatan Wahyu. Biarkan Rayyan tetap memandang Wahyu adalah ayah idaman. Sosok Ayah yang sempurna. Dewi tak ingin merusak image itu. “Tapi mom, your eyes, your nose can’t lie to me!” “Kenapa? Merah, ya?’ Ray

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD