“Maaf!” ucap Wahyu penuh penyesalan. "Nggak apa-apa, saya yang salah. Saya berdiri di depan pintu lift." balas Bunga. Wahyu menyempatkan diri untuk melirik wanita itu lagi. Lagi-lagi Dia menikmati wajah cantik alami wanita di hadapannya. Tidak ada cacat, nyaris sempurna. Jika Dewi perfect kala di poles makeup dan berbusana bermerk dengan style modis berkelas, tidak dengan wanita di depannya. Dia nampak cantik apa adanya. Riasannya tipis sekali, Wahyu yakin, riasan makeup sekretarisnya lebih tebal dibanding riasan wanita di hadapannya. Pakaian, mmm ..., Biasa saja. Hanya saja bentuk tubuhnya yang menjadi modal utama, menutupi kekurangan outfitnya. 'Eh, sebentar! Bukankah dia adalah wanita absurd yang tadi aku lihat di depan pintu utama?' Wahyu bermonolog di dalam hati. 'Ah ..., ya! Wani

