Setelah mengetahui apa yang terjadi pada Tarisa, keduanya keluar dari ruang dokter dengan nyawa yang setengah tertinggal. Taris menahan mati-matian isak tangisnya. Taris benar-benar takut. Sekarang mereka tengah berada di dalam mobil. Taris yang menangis, sedang El yang terdiam memikirkan banyak hal. Kepala El tiba-tiba pusing. Siapa lagi ayah dari anak yang dikandung Taris kalau bukan dirinya? Kalau Taris ketahuanpun, sudah pasti semua orang akan menunjuk pada dirinya. Tidak bisa dibayangkan bagaimana Kris akan mengamuk jika tahu El menghamili anak sahabatnya. Apalagi membayangkan wajah garang Leo jika mengetahui hal ini. El semakin pusing. "Taris takut, Kak." Ujar Taris lirih. El tidak menjawab. Ia kalut pada pikirannya sendiri. Memikirkan jalan keluar. "Kakak kenapa diem aja sih? T

