"Taris hamil huwaaaaaa." Satu detik... Dua detik... Tiga detik... Orang yang ada di meja makan terdiam, mematung, entah harus melakukan apa mereka bingung. Shock tentu saja. Berbeda lagi dengan Angel yang sudah bahagia di dalam hati. Doanya terkabul. Ia mendekati Tarisa, merangkul pundak Taris lembut. Mengusap air mata putrinya pelan. Berusaha senetral mungkin untuk tidak jingkrak-jingkrak senang. Taris, mama bahagia. Akhirnya El jadi mantu mama. Gumam Angel dalam hati. "Cup sayang, gausah nangis. Cup cup," ujar Angel menenangkan. Melihat itu membuat El semakin tidak enak hati. Ia sudah mengecewakan Angel meski raut wajah Angel tidak kecewa sama sekali. "Maafin El, Tante. Ini semua bukan salah Taris. Salah El. El udah ngecewain Tante Angel." Ujar El. Enggak kok El, aduh anak mantu

