17 - Kebohongan

1731 Words

"Semuanya. Semuanya sakit." Pria yang sedari tadi bingung akhirnya hanya bisa diam menunggu tangis Tarisa reda. Cukup lama, lima belas menit Tarisa baru bisa berhenti menangis. Tak bisa dipungkiri, setelah menangis, Tarisa merasa sedikit lega. Rasa kesal, marah, sedih, semua yang bercampur menjadi satu di dalam hati Tarisa kini mulai pergi. "Sekarang kita ke rumah sakit ya?" Tanya pria itu. Tarisa mendongak, menatap pria yang ternyata masih menungguinya. Mata sembab Tarisa menatap wajah itu langsung. Wajah pria itu tampak tidak asing di matanya. Seperti mengenalnya, tapi Tarisa tidak yakin. "Maaf ya mas, tapi saya nggak apa-apa kok." Balas Taris masih menelisik dengan teliti wajah pria itu. "Kaki kamu terkilir, kita ke rumah sakit ya? Saya harus tanggung jawab kan?" "Tapi saya benera

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD