"Kalo gitu, nikah yuk kak?" "Hah!?" "Ih kakak kok kayak kaget gitu sih? Gak suka? Gak mau nikah sama Taris? Katanya dulu nikahnya mau sama Taris? Apa sekarang udah berubah?" El menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. "Ya aku kaget aja kamu tiba-tiba ajak nikah. Kan harusnya yang ajak nikah aku." Taris menghembuskan napasnya, "Kelamaan." "Emang kamu siap nikah?" "Siap lah!" "Yaudah kita nikah. Enaknya kapan aku lamar kamu? Sekalian aku bilang Ayah, Bunda." "Kakak serius?!" "Iya, nanti aku bicarain sama Ayah. Tapi nggak dalam waktu dekat ini. Soalnya sekarang aku lagi sibuk sama proyek baru. Aku usahakan secepatnya." "Kak El serius kan? Beneran? Ikhlas nggak nih?" "Ya ikhlas lah." Taris memeluk El erat, merasa senang akhirnya El mau melamarnya setelah memberikan kode secara blak-b

