Wanita yang Jeff anggap sebagai penguntit di Perancis?
Tiga tahun yang lalu
Privasi Jeffrey merupakan hal yang sangat penting baginya jadi ia akan langsung tahu bila dirinya sedang di ikuti oleh seseorang, seperti saat ini selepas ia makan malam bersama para rekannya dan ia menuju mobil miliknya yang terparkir cukup jauh dari restaurant Jeff merasa di ikuti oleh seseorang di belakangnya dan yang mengikuti dirinya adalah seorang wanita.
Ia berinisiatif untuk bersembunyi bila dugaannya benar bahwa wanita itu memang benar mengikutinya, dan benar saja setelah Jeff bersembunyi wanita itu seperti kehilangan jejaknya, melihat wanita itu lengah Jeff langsung memegang kedua tangan milik wanita itu dan menahannya.
“Apa yang kau lakukan!” Marah Jeffrey dengan bahasa Perancis yang ia gunakan.
Wanita itu tampak takut dan yang pastinya ia tidak mengerti perkataan apa yang baru saja Jeff katakan.
Benar, wanita itu adalah Nayra yang terlihat tersesat dan berniat menanyakan keberadaannya kepada Jeff, namun sayang Jeff justru malah menganggap Nayra sebagai penguntitnya.
“Siapa yang memintamu untuk menguntit ku!”
Nayra menelan salivanya takut, ia tidak tahu saat ini ia yang sedang jadi korban atau sedang di curigai, pria ini menahan kedua tangannya begitu erat.
“Tolong menggunakan bahasa Inggris..”
Jeff tidak mau mengambil pusing dan segera membawa Nayra menuju kantor polisi terdekat, bahkan ia mengikat kedua tangan Nayra dengan tali.
Nayra di bawa layaknya penjahat oleh Jeff, liburan yang seharusnya menjadi liburan menyenangkan bagi Nayra justru malah menjadi Liburan yang menyedihka baginya, ia malah di tuding sebagai seorang penguntit oleh pria yang ingin ia minta pertolongan.
“Saya sudah berkata yang sebenarnya, saya bukan penguntit!” Ucap Nayra kepada para petugas setelah ia berada di kantor polisi selama dua hari.
Selama dua hari pula Nayra terus di gencar untuk berkata bahwa ia memang bensr seorang penguntit, tentu Nayra tidak akan mengatakan hal yang tidak ia lakukan.
“Cepat katakan atau kau akan tetap berada disini!” Marah polisi tersebut.
“Tapi saya tidak melakukannya! Anda ingin saya mengatakan hal yang tidak saya lakukan!” Balas Nayra yang tidak takut dengan ancaman polisi tersebut.
“Kepolisian di sini membutuhkan kejujuran atau apa?!”
“Kalau saya bilang tidak melakukannya, saya tetap akan mengatakan tidak! Jangan memaksa saya untuk mengaku apa yang tidak saya lakukan!”
Polisi tersebut langsung bungkam dengan perkataan Nayra, tapi ia pun tidak bisa berbuat pria yang melaporkan kejadian ini adalah orang penting disini, jadi ia hanya mengikuti perintah untuk membuat wanita itu mengaku sesuai dengan laporan.
Nayra dan Jeff saling memutar memori tiga tahun silam yang terjadi di antara mereka.
Nayra menatap benci ke arah Jeffrey yang mengacaukan liburannya, liburan yang seharusnya ia habiskan dengan kebahagian tapi justru malah dihabiskan dengan dirinya yang mendekam di dalam penjara.
“Oh, jadi kau wanita itu?” Ucap Jeff yang tidak menyangka dunia begitu kecil sehingga ia di pertemukan lagi oleh wanita penguntit seperti Nayra.
“Dua Minggu aku di tahan oleh pihak kepolisian karena kesalahan yang kau tuduhkan kepadaku!”
“Jangan mengelak, kau memang melakukan itu kan?”
Nayra mengepalkan tangannya di bawah sana. Ingin rasanya ia melayangkan tinjuannya ke wajah pria yang di idamkan banyak wanita itu dan membiarkan wajahnya penuh dengan lebam.
“Minta maaf padaku atas kejadian tiga tahun yang lalu.” Pinta Nayra kepada Jeff.
Jeff menunjuk dirinya sendiri. “Aku, meminta maaf padamu? Kau siapa berani mengatakan itu padaku?” Jawab Jeff santai dengan tangan yang ia masukkan kedalam saku celananya.
Jeff menatap kartu pass milik Nayra dan memilih menarik kartu pass tersebut hingga terlepas dari leher Nayra.
“Bukan siapa-siapa lagi disini.”
Nayra menghunuskan tatapan tajamnya kepada Jeff dan berniat mengambil kartu pass miliknya yang di ambil paksa tersebut, namun Jeff tidak membiarkannya begitu saja.
“Pergi dari sini, kau aku bebas tugaskan.” Bebas tugaskan, alias Nayra di pecat oleh Jeff, mengingat kejadian tiga tahun yang lalu benar-benar membuat Jeffrey mengingat kekesalannya pada Nayra yang bertindak layaknya penjahat padanya.
“Aku di pekerjakan oleh Mr. Carlos, bukan olehmu! Jadi hanya Mr. Carlos yang boleh mengeluarkan ku!” Ucap Nayra dengan sangat berani, karena di atas pria di hadapannya ini masih ada Ayahnya yang sangat baik hati.
“Tapi sekarang aku atasanmu bukan ayahku lagi.”
“Pergi dari sini.”
Nayra mendecak, pria itu tidak bisa seenaknya mengambil apa yang telah ia raih dengan susah payah untuk masuk kedalam perusahaan ini.
“Kembalikan kartu passku!”
“Keluar dari perusahaan ini, aku tidak ingin ber-urusan dengan seorang penguntit yang entah di perintahkan oleh siapa yang mungkin saja akan menghancurkan ku.”
Pemikiran pendek yang sangat tidak masuk akal, siapa juga yang ingin melakukan hal gila tersebut, kalau bukan karena untuk membatalkan Perjodohan Nayra pasti sudah melangkah keluar dari perusahaan tanpa perlu Jeff suruh, namun untuk sekarang Nayra tidak bisa membiarkan ia harus tetap berada di sini sampai perjodohan itu di batalkan lalu Zion membenci dirinya dan membatalkan Perjodohan itu dengan sendirinya.
“Aku akan melaporkannya pada Mr. Carlos.” Ancam Nayra bila Jeff tetap menginginkan dirinya pergi dari perusahaan.
“Aku tidak peduli, intinya kau aku pecat!”
“Keluar dari ruangan ku.”
“kau-aku-pecat.”
Nayra benar-benar muak dengan perkataan Jeff ia pun hari ini memilih untuk mengalah, mengalah bukan berarti ia kalah, ia akan kembali lagi.
Nayra memutuskan untuk keluar dari ruangan Jeff, sedangkan Jeff ia memandang wajah Nayra yang berada dalam kartu pass.
“Enyah dari kehidupanku!” Jeff pun memasukkan kartu pass milik Nayra kedalam laci mejanya dan mulai bekerja di hari pertamanya disini.
***
Keesokan harinya Nayra benar menepati janjinya untuk kembali lagi ke perusahaan, Nayra bisa masuk ke dalam perusahaan menggunakan akses kartu milik rekannya dengan alasan ia meninggalkan kartu passnya di rumah.
Tak ada yang mencurigai Nayra, hingga akhirnya ia berhasil masuk kedalam perusahaan dan saat ini ia sedang berdiri didepan ruangan Jeff dengan sebuah paper bag di tangannya.
Ia telah menyusun sebuah rencana agar Jeff memaafkannya.
“Senyum Nayra, jangan membuatnya tetap pada pendiriannya untuk memecatmu.” Ucap Nayra pada dirinya sendiri dan segera membuka ruangan Jeff yang diawali dengan ketukan pintu.
“Masuk.”
Nayra menampakkan dirinya dengan senyuman yang ia buat khusus untuk Jeff yang justru langsung memperlihatkan wajah ketidaksukaannya pada Nayra.
“Kenapa kau bisa ada disini?” Ucap Jeffrey bingung dengan kehadiran Nayra disini, bukankah kartu passnya itu ada di dalam genggamannya.
“Kau mencoba menerobos masuk ke dalam perusahaan?!” Tuding Jeff.
Nayra menggelengkan kepalanya lalu mendekat ke arah Jeff.
“Maaf kalau aku lancang masuk ke perusahaan, aku kemari hanya ingin meminta maaf padamu.” Ucap Nayra denga nada sesal yang ia miliki sembari meletakkan paperbag diatas meja kerja Jeff.
“Maaf bila perkataan ku membuatmu tersinggung, hanya saja aku hanya ingin membenarkan semua fakta tentang kejadian tiga tahun lalu bahwa aku tidak melakukan itu padamu.”
“Aku sedang berlibur ke Perancis dan tersesat, posisiku saat itu ponsel milikku mati dan jalanan begitu sepi dan aku hanya melihatmu, jadi aku mencoba mengikutimu yang berjalan begitu cepat. Tapi kau justru malah menganggap ku sebagai penguntit.” Ucap Nayra yang masih menggunakan nada penyesalannya pada Jeffrey.
“Aku menyadari kesalahanku.” Nayra menundukkan wajahnya, melakukan ini agar Jeff merasa iba padanya.
“Aku menerima bila kau menganggap ku sebagai seorang penguntit, tapi aku mohon apa kau bisa tidak memecatku karena kesalahanku itu?”
Nayra menaikkan pandangannya menatap Jeff yang sedari tadi hanya diam menyimak perkataan Nayra. Nayra pun melangkahkan kakinya mendekat ke arah Jeff lalu berdiri di sampingnya.
“Aku meminta maaf padamu.” Nayra memasang wajah sedihnya yang justru malah terlihat menggemaskan bagi Jeffrey.
Nayra memberanikan diri menyentuh bahu Jeff menggunakan jemari telunjuknya. “Kau mau kan memaafkanku?”
Jeff menghela nafasnya, ia lemah dengan wanita bersifat menggemaskan seperti ini.
Sebenarnya Jeff tidak mempermasalahkan kejadian tiga tahun yang lalu hanya saja Nayra yang mencoba mengungkit permasalahan yang telah terjadi membuat Jeffrey jadi ikut terpancing amarahnya karena perkataan Nayra.
“Seharusnya kau melupakan masalah itu.”
Memang terdengarnya memancing emosi Nayra, tapi Nayra harus menahan itu semua.
Jeff sejenak membuka laci di meja kantornya lalu mengembalikan kartu pass milik Nayra.
“Kau boleh kembali bekerja.”
Benarkah? Secepat itu Jeff menerimanya kembali?
“Kembali ke ruanganmu, dan atur jadwal meeting ku selanjutnya.”
Nayra Menganggukkan kepalanya, sepertinya pria itu menerima Nayra karena ia membutuhkan dirinya menjadi sekretarisnya, ini merupakan kesempatan Nayra untuk membuat Jeffrey masuk kedalam jeratannya agar pria itu jatuh cinta padanya lalu dengan itu Nayra dapat memanfaatkan pria itu untuk menyelamatkan dirinya dari perjodohan yang tidak di harapankannya.