Jeff melepaskan genggamannya dari tangan Nayra ketika mereka sudah berada dekat di mobil Jeff.
Beruntung suasana parkiran begitu sepi jadi mereka akan terbebas dari orang-orang yang mungkin akan menjadikan mereka sebagai bahan perhatian.
"Lupakan Nayra, saya tidak marah padamu."
Namun Nayra hanya terdiam yang justru malah membuat Jeff makin tidak bisa menghilangkan rasa bersalahnya itu.
Jeff memilih untuk membukakan pintu mobil untuk Nayra.
Nayra hanya mengikuti saja dan segera masuk ke dalam mobil sport milik Jeff.
Sekarang aku harus melanjutkan aktingku ini atau melupakannya. Batin Nayra memikirkannya langkah selanjutnya atas rencananya.
Suasana mobil pun hening tidak ada yang mengeluarkan sepatah kata pun di antara mereka berdua.
Jeff terus mengendarai mobilnya dengan serius kedepan dan tanpa menoleh ke arah Nayra sedikitpun.
Ia tidak menganggap ku terlalu berlebihan kan? Nayra melirik sedikit ke arah Jeff yang fokus terhadap stir mobilnya.
Sebuah rencana pun langsung terlintas di pikiran Nayra, ia pelan-pelan mengambil ponselnya yang berada di dalam tasnya lalu mulai mengarahkan kamera ponselnya ke arah pria itu namun tidak memperlihatkan wajah Jeff, Nayra memotret pria itu dengan senyuman tipis yang ia lakukan.
Nayra kembali memasukkan ponselnya kedalam tas miliknya agar Jeff tidak mencurigainya.
Sekitar dua puluh menit mereka berada di dalam mobil, melalui gedung-gedung bertingkat, Jeff pun pada akhirnya menghentikan mobilnya di sebuah kedai yang jaraknya tentu saja masih begitu jauh dari HRN Group.
Kenapa ia menghentikan mobilnya? ia tidak akan menurunkanku di sinikan. Batin Nayra ketika melihat sekitar tempat yang terasa asing baginya.
Jeff melepaskan sealtbelt nya tak lupa ia juga melihat Nayra yang masih tak berbicara kepadanya.
Jeff tidak ingin menambah wanita itu marah kepadanya jadi sepanjang perjalanan ia hanya terdiam dan tak mengajak Nayra berbicara.
"Tunggu disini."
Jeff tidak menunggu jawaban dari Nayra lagi, ia pun segera turun dari mobilnya dan menuju kedai tersebut.
"Sial, kenapa aku berakting seperti wanita yang berlebihan."
"Tapi aku harus memanfaatkan agar ia menaruh simpati padaku."
Ini sebenarnya bukan Nayra yang bersikap seperti ini, tapi ia harus tetap melakukannya.
Sembari menunggu Jeff, Nayra melihat suasana jalanan yang tidak terlalu ramai oleh pengendara, langit juga terlihat cerah dengan cahaya matahari yang tidak begitu terik.
Cukup lama Nayra menunggu pria itu yang tiba-tiba saja masuk ke dalam kedai tersebut ia terlihat telah selesai dari tujuannya tersebut lalu mulai melangkahkan dirinya menuju mobil kembali, Nayra yang mulanya tengah berduduk santai tanpa memperlihatkan raut wajah sedihnya dalam sekejap ia langsung membuat wajahnya seperti terakhir kali yang Jeff lihat kepadanya.
"Untukmu."
Jeff menyodorkan sebuah ice cream kepada Nayra, tak hanya satu Jeff juga memberikan paperbag dimana di dalamnya berisikan ice cream untuk wanita itu.
Jeff pernah membaca sebuah artikel bila seseorang dalam mood yang tidak bagus lalu di memakan ice cream hal itu bisa membuat mood seseorang itu kembali lebih baik lagi, dan Jeff mengikuti hal tersebut untuk membuat mood Nayra kembali lagi sealigus sebagai bentuk permintaan maafnya kepada Nayra.
"Es krim disini aku pernah dengar bahwa di sini sangat rekomendasi sekali dan sangat enak."
Sepertinya memang iya, Nayra bisa mencium aroma s**u yang berasal dari es krim itu yang lama-lama membuat Nayra menginginkannya.
"Aku membelikan ini agar kau bisa merasakannya juga."
Jeff masih menunggu Nayra mengambil es krim siap makannya sebelum dirinya melanjutkan kembali mengendarai mobilnya.
"Aku membelikannya untukmu, kalau kau tidak mau mengambilnya aku tidak akan menjalankan mobilnya."
Nayra pun pada akhirnya mengambil es krim pemberian dari Jeff dan mulai merasakannya.
Kenapa enak sekali. Batin Nayra mengomentari rasa es krim tersebut.
Rupanya Jeff tidak berbohong tentang perkataannya barusan.
"Kau suka?" Tanya Jeff ingin mengetahui komentar dari Nayra.
Nayra tidak bisa berbohong ia pun menganggukan kepalanya perlahan.
Jeff menghela nafasnya ketika es krim yang tiba-tiba saja terlintas dalam pikirannya itu ternyata enak.
Jeff pun kembali menyalakan meisn mobilnya dan mulai bergerak menuju perusahaan dan melanjutkan pekerjaan.
Sepanjang perjalanan menuju perusahaan Nayra begitu fokus pada es krimnya hingga ia tidak menyadari bahwa mereka kini sudah berada di depan perusahaan.
"Sudah sampai?" Ucap Nayra sembari menguyah cone es krimnya menatap perusahaan yang sudah berada di depan matanya.
Jeff hanya berdehem saja sembari melihat Nayra yang ada di dalam pikiran Jeff bahwa ia terlihat sangat lucu.
Nayra menoleh ke arah Jeff, ia juga telah bersikap biasa saja kepada Jeff lebih tepatnya Nayra melupakan aktingnya dan memilih untuk mengakhirinya.
"Maaf Sir." Nayra memelankan kunyahannya lalu segera menelannya.
Kenapa ia terus melihatiku. Batin Nayra yang sangat sadar ketika ujung ekor matanya menyadari bahwa Jeff sedang memperhatikannya.
Sebelum keluar Nayra mengambil beberapa berkas milik Jeff untuk ia bawa.
"Tunggu."
Nayra membatalkan niatnya membuka pintu ketika ia mendengar suara Jeff memintanya untuk menunggu.
"Ada apa Sir? untuk masalah tadi maaf kalau saya berlebihan dan--"
Nayra mengatupkan bibirnya saat Jeff membersihkan sudut bibirnya menggunakan tisu, ini merupakan kedua kalinya Jeff melakukan hal yang sama seperti saat di restaurant tadi.
"Apa kau makan selalu berantakan seperti ini?"
Manik mata mereka saling bertemu membuat mereka dalam sekejap langsung membuang tatapannya, lebih tepatnya kepada Jeff yang terlihat sedikit panik dengan apa yang ia lakukan barusan.
"Aku melakukan ini agar karyawan yang lain tidak menertawakanmu."
Benarkah? Atau memang pria di sampingnya ini selalu memperhatikan seseorang dengan detail.
"Kalau begitu bagaiman kalau kita sering untuk makan bersama?" Celetuk Nayra asal untuk menggoda Jeff.
"Saya orang sibuk."
"Sepertinya kalau aku makan bersama dengan Sir setiap hari pasti Sir akan selalu memperhatikanku." Ucap Nayra dengan senyuman di bibirnya.
Wanita ini kembali lagi ke setelan awalnya, seharusnya tadi aku tidak memberikannya es krim. Batin Jeff menggerutu.
"Maaf Sir saya hanya bercanda.."
Jeff tidak ingin lagi mengeluarkan sepatah katapun dan memilih untuk keluar dari mobilnya lebih dulu lalu di susul oleh Nayra dengan beberapa berkas di tangannya.
"Lain kali kau harus membawa tas kecil untuk mempermudah dirimu." Ucap Jeff dengan inisiatif nya lalu membawakan setengah dari berkas ditangan Nayra ke dalam genggamannya.
"Ah, tidak perlu Sir biar aku saja."
Jeff tidak menjawab ia langsung melangkahkan kakinya meninggalkan Nayra.
Banyak karyawan yang kini mulai memperhatikan Jeff yang membawa setumpuk berkas lalu mereka juga menatap Nayra yang hanya membawa berkas yang tidak terlalu banyak.
"Kenapa ia membiarkan tuan Jeff membawa itu."
"Sekretaris baru itu sangat tidak tahu sopan santun."
"Seharusnya ia yang membawanya bukan malah membiarkan tuan Jeff membawanya sendirian."
Nayra menghentikan kakinya menatap mereka semua yang membicarakannya.
"Kenapa? Kalian ingin ya berada di dekat tuan Jeff?"
Mereka semua memberikan tatapan tidak sukanya kepada Nayra lalu segera membubarkan diri ketika terpergok oleh Nayra.
"Iri padaku?" Decih Nayra mengingat mereka semua yang membicarakannya.
Nayra pun tidak ingin memikirkannya terlalu panjang ia pun segera menyusul Jeff yang sudah berada jauh di depannya.