Private room dengan beberapa makanan di atas meja telah tersedia dengan rapi.
"Apa tidak terlalu cepat, tamu ku belum hadir di sini." Ucap Jeff kepada pelayan yang tengah mengantarkan makanan di ruangan mereka.
Pelayan tersebut langsung menatap ke arah Nayra yang juga langsung menatap ke arah Jeff kemudian ia tertawa pelan.
"Bagaimana kalau kita makan ini lebih dulu, aku tidak bisa menahannya lagi.." Ucap Nayra sembari mengusap perutnya.
Jeff menautkan alisnya dengan sikap aneh Nayra. Sedangkan pelayan tersebut hanya tersenyum dan paham dengan isyarat dari Nayra.
Isyarat yang langsung pelayan itu ingat sebelumnya bahwa wanita itu meminta untuk memesan makanan karena mengatakan bayi yang sedang berada di dalam kandungannya membutuhkan asupan makanan, pelayan itu dengan cekatan menerima pesanan Nayra dan bahkan membuatkannya lebih cepat di banding pengunjung lainnya.
Pelayan itu segera pergi setelah meletakkan semua makanan yang Nayra pesan.
"Kau tidak keberatan kan?"
Jeff menatap makanan yang sudah terlanjur di pesan ini kemudian menatap Nayra dan menganggukan kepalanya.
"Ya, tapi kau harus cepat menghabiskannya sebelum klienku datang." Ucap Jeff, karena tidak mungkin membiarkan semua makanan ini terbuang sia-sia.
"Kau juga harus makan."
Jeff menunjuk drinya, "Aku?"
Nayra mengangguk semangat lalu mulai menyendokkan sup yang berisikan potongan ikan lalu memberikannya kepada Jeff.
Jeff menatap aneh ke arah makanan yang begitu bau amis, jangan katakan kalau ini adalah ikan?
"Sup ikan, ini sangat enak."
"Kau saja, aku tidak ingin."
"Ini sangat enak dan paling rekomendasi di restaurant ini."
Mau itu enak Jeff tetap tidak akan memakannya, ia tidak menyukai makan yang berbau ikan.
Tunggu, kenapa Nayra mengatakan sup tersebut sangat enak seolah ia sering memakan menu tersebut?"
Nayra mengatupkan bibirnya. "Pelayan yang merekomendasikann ini padaku."
Hampir aku ketahuan. Batin Nayra merutuki kebodohannya.
"Tidak, kau saja." Ucap Jeff sembari memundurkan kepalanya enggan untuk menerima tawaran dari Nayra.
Dengan senang hati Nayra langsung melahapnya, makanan seenak ini bagaimana bisa seorang penerus Harrison Group tidak menyukai makanan sehat dan berprotein ini?
"Kau lihat ini sangat enak bagaimana bisa kau tidak suka?"
"Kau tahu-kan makanan ini memiliki protein yang sangat bagus untuk tubuh."
Jeff menatap mual Nayra. Ia semenjak kecil tidak menyukai ikan, entah kenapa ia tidak menyukainya walaupun ia tahu kandungan protein ikan sangat bagus, bau amis tersebut sangat tidak bisa tertahan oleh Jeff bila memasuki mulutnya.
"Kalau kau tidak menyukai ikan, lalu kau menyukai makanan apa?"
"Ini juga sangat enak.." Nayra menusukkan bayi gurita berbumbu pedas dan menyodorkannya pada Jeff.
"Ini juga enak, kau ingin mencobanya?"
Melihat Jeff hanya diam Nayra memutuskan untuk memakannya sendiri.
"Kenapa tidak memakannya juga? aku sudah memesan ini untukmu."
"Meeting belum di mulai dan aku tidak ingin membuat klienku merasa tidak nyaman dengan bau makan yang mungkin saja akan tercium oleh mereka ketika aku berbicara."
Nayra memelankan kunyahan di mulutnya ketika kata-kata Jeff berhasil membuatnya seperti orang bodoh kembali.
Klien apa, terlalu serius sekali pria ini. Batin Nayra tertawa mengingat perkataan Jeff terakhir.
Nayra kembali menusukkan bayi gurita di garpunya dan memakannya, "Katakan saja kalau kau habis makan karena menunggu mereka yang begitu lama." Ucap Nayra santai.
Jeff tak menjawab, ia memilih untuk menutup rapat mulutnya.
"Pertanyaanku tadi belum kau jawab, kau menyukai makanan apa?"
"Supaya nanti bila kau memiliki pertemuan lagi aku bisa menyesuaikannya dengan apa yang kau suka."
Nayra merapatkan mulutnya ketika ia baru menyadari posisi ia dan Jeff saat ini bukanlah seperti pria dan wanita biasa melainkan atasan dan bawahan.
Apa Jeff tidak menyukainya dan mengabaikannya karena ia bersikap tidak sopan? Tidak bisa, ia tidak boleh membuat Jeff marah lalu berujung pada pemecatan dirinya.
"Maafkan mulutku Sir, aku sangat tidak—"
Nayra menghentikan perkataannya ketika Jeff membersihkan sudut bibirnya menggunakan tissue membuat Nayra seketika mematung.
"Kalau kau sedang makan fokus terhadap makananmu." Ucap Jeff selepas membersihkan sudut bibir Nayra yang kotor.
Nayra pikir pria itu diam karena tengah membicarakan dirinya dalam diam ataupun memakinya, rupanya ia memperhatikan dirinya makan?
Ini terlihat bodoh, tapi bukankah ini berhasil, ia memperhatikan diriku. Batin Nayra yang merasa senang ketika rencananya membawa Jeff berada dalam genggamannya membuahkan hasil.
"Jangan berpikiran lain, aku hanya tidak ingin klienku melihat sekretarisku berantakan."
"Berpikir lain seperti apa?" Nayra menatap Jeff dengan senyuman yang terlihat ambigu bagi Jeff.
"Kau lupa aku ini siapa?"
Nayra menganggukan kepalanya, "Atasanku memangnya kenapa?"
"Jaga matamu dan jangan asal melihatku."
"Memangnya kenapa? aku hanya ingin melihat Sir saja apa tidak boleh?"
Sial, kenapa Jeff jadi merasakan aura canggung saat Nayra terus menerus menatapnya. Bahkan gilanya Nayra berpindah posisi menduduki bangku yang berada lebih dekat dengan Jeff.
Aroma wangi parfum milik Nayra pun masih tercium dengan sangat kuat oleh indera penciumannya.
"Saat itu aku merasa biasa saja tapi kenapa sekarang aku baru menyadari kalau Sir sangat tampan."
Tetap berada pada otak warasmu Jeff! Batin Jeff mencoba berkontribusi dengan dirinya agar tidak terbawa suasana yang sangat menjengkelkan ini.
Nayra tertawa pelan melihat ekspresi Jeff yang terlihat gugup dirinya berada di dekatnya.
Jadi seperti ini sikap pria yang hanya sibuk dengan pekerjaan? benar-benar payah.
Jeff buru-buru membangkitkan tubuhnya dengan tegap. "Habiskan ini, setelah aku kembali dari toilet kau harus benar-benar menghabiskannya."
Nayra mengikuti kemana arah Jeff bergerak pergi lalu tertawa pelan.
"Permulaan dan kau sudah seperti ini?"
Nayra merasa bangga bisa melihat Jeff seolah terpaku dan terpana kepadanya.
Nayra kembali ke bangku awal dan segera menghabiskan makanannya sebelum Jeff kembali.
Sedangkan Jeff yang berada di toilet ia langsung menghela nafasnya.
Ia tak habis pikir dengan sekretaris barunya, kenapa ia bisa menjadi seperti ini dalam sekejap saat sebelumnya wanita itu bahkan menatap dirinya seolah ingin memakannya hidup-hidup.
"Sial, kenapa parfumnya begitu wangi?!" Entah kenapa Jeff sangat menyukai wanita yang memiliki wangi yang memabukkan untuknnya.
Jeff merapikan pakaiannya yang terlihat sedikit berantakan sebelum akhirnya ia kembali ke tempat dimana pertemuan dengan kliennya yang sempat ia tinggalkan selama sepuluh menit.
"Ku pikir Sir tidak akan kembali.."
Jeff menatap Nayra dari ujung kepala hingga ujung kaki. Memang penampilan wanita itu benar-benar berbeda ketika ia berada di perancis dan beberapa hari yang lalu.
Terlihat lebih cantik dan elegan.
Jeff segera tersadar ketika melihat Nayra yang tersenyum kepadanya. Ia pun segera bergegas menghampiri Nayra.
"Cepat hubungi klienku." Sangat tidak aman bagi Jeff berada di sini begitu lama hanya dengan Nayra saja.
"Baru saja aku menerima telepon darinya, mereka mengatakan ingin mengganti hari pertemuan hari ini."
Jeff menatap Nayra, "Apa kau bilang, kau pikir waktu ku tidak berharga?" Ucap Jeff dengan nada marahnya.
Jujur Nayra sebenarnya terkejut dengan perkataan Jeff yang sedikit meninggi tapi ia harus bersikap normal.
"Aku ingin kehadiran mereka, bukan malah menunggumu menghabiskan semua makanan, atau kau memang sengaja?"
"Maksud Sir. aku sengaja membuat Sir berada disini hanya untuk menungguku makan saja?" Nayra kini memasang wajah memelasnya setelah Jeff melimpahkan kesalahannya pada dirinya.
Sengaja? tapi ini memang rencanaku. Jawab Nayra asal dalam hatinya.
"Harusnya aku tadi tidak mengambil keputusan hanya untuk menambah energiku yang sudah sangat menipis."
Nayra menundukkan kepalanya.
Jeff mendecak ia tidak bermaksud untuk menunduh Nayra, tapi—
Jeff menghampiri Nayra, "Maksudku bukan seperti itu."
Nayra bangkit dari kursinya kemudian mengambil tas miliknya yang sempat ia letakkan di atas meja.
"Kau ingin kemana? aku belum selesai berbicara." Jeff mencoba menahan Nayra yang hendak pergi dari hadapannya.
"Membayar semua."
Tidak salah? membayar makanan sekaligus private room ini?
"Anggap saja sebagai permintaan maafku karena telah membuang waktu atas kesalahan—"
Jeff meletakkan beberapa lembar uang dengan nominal besar di atas meja membuat Nayra menganga melihatnya.
"Lupakan, dan maaf telah menuduhmu." Sesal Jeff karena memang ia tidak pernah membuat seorang wanita menjadi seperti saat ini.
"Sekarang kita kembali ya, aku tidak akan mempermasalahkan itu lagi."
Jeff mempersilahkan Nayra untuk berjalan lebih dulu, tentu saja Nayra melakukannya dengan smirk tipis yang ia lakukan.
One steap ahead Batin Nayra berharap semua yang ia susun bisa terlaksana dengan baik.
Jadi ia lemah dengan wanita yang memasang wajah sedih? Itu artinya mudah membuatnya merasa bersalah lalu menuruti semua keinginannya.
"Seharusnya tadi aku memastikan mereka untuk tetap datang kemari tapi mereka tetap mengatakan untuk mengganti hari."
"Ini pertama kalinya aku mengatur waktu meetingmu namun justru membuat Sir kecewa."
Jeff menatap ke sampingnya di mana Nayra menundukkan kepalanya.
Sial, ia jadi merasa bersalah sempat hampir menuduh Nayra.
"Tidak apa-apa, ini bukan kesalahanmu."
"Angkat kepalamu itu jangan menunduk, kau ingin membuat para pengunjung menganggap ku yang menjadi penyebabmu seperti ini."
Nayra mengangkat kepalanya dan menatap Jeff dengan mata yang ternyata sudah tergenang air mata.
"Sudah ku katakan ini bukan kesalahanmu, jangan menangis." Jeff melihat sekitar semoga tidak ada yang melihat dirinya disini.
Jeff memejamkan matanya, tidak ada pilihan lain selain dirinya membawa Nayra keluar dengan menggenggam tangannya.