TERDAMPAR
Saat Winter membuka matanya, dia disambut pemandangan langit yang cerah.
Dia sempat berpikir bahwa dia ada di surga, tapi teringat bahwa dewa tidak suka makhluk yang tidak menghargai kehidupannya, jadi apakah dia berada di neraka?.
Tapi tempat ini terlalu indah untuk disebut neraka, lalu dimana dia saat ini.
Dia bangkit, tetapi jatuh kembali karena tubuhnya terasa sakit dan kepalanya pusing.
Jadi dia berbaring sebentar dan duduk perlahan-lahan.
Dia memandang ke sekitar, tempat ini terasa asing tapi dia tahu ini bukan akhirat.
Lalu dia bangkit dan berjalan tertatih-tatih, dia mengamati sekitar dan kemudian menemukan gua kecil yang sepertinya bisa dipakai untuk istirahat.
Dia tidak tahu di mana dia sekarang, dia tidak peduli asalkan bisa jauh dari mereka.
Kenangan-kenangan menyakitkan terlintas di kepalanya. di mana dia disebut sebagai pembunuh ibunya, ibu yang tidak pernah dia lihat, ibu yang meninggal setelah melahirkannya.
Dia disebut bukan anak dari keluarga duke Oldenburg, karena warna rambutnya yang tidak mirip siapapun, kedua orang tuanya memiliki rambut hitam begitupun dengan ketiga kakak laki-lakinya, lain halnya dengan Winter yang mempunyai rambut seputih salju.
Maka banyak yang menyebutnya anak hasil selingkuh, bahkan ayah yang dicintainya percaya bahwa dia bukan anaknya.
Orang-orang menganiayanya karena hal-hal tersebut.
Menyedihkan, padahal dia tidak tahu apa dosa dan kesalahannya, sehingga pantas untuk menerima semua perlakuan itu.
Hal terakhir yang diingatnya sebelum memutuskan untuk mengakhiri hidupnya adalah keluarganya yang menyuruhnya pergi dari hidup mereka setelah mereka merasa dipermalukan dengan kehamilan Winter.
Padahal, dia juga tidak menginginkannya, dia hanya korban dari kebiadaban laki-laki.
Keluarga dari ibunya pun juga tidak menerima Winter, karena mereka merasa Winter membunuh kesayangan mereka.
Karena tidak ada dukungan dari siapa pun, pelayan di rumah duke Oldenburg selalu menindasnya.
Kedudukannya di kediaman itu sepertinya lebih rendah dari seekor binatang.
Winter mengelus perutnya, sebenarnya dia tidak ingin membunuh anak tersebut dengan bunuh diri.
Tapi dia sudah lelah dengan dunia.
Dia tidak ingin anaknya mengalami hal serupa dengan dirinya, jadi dia memilih untuk bunuh diri.
Dewa sepertinya tidak mengizinkannya mati lebih dulu untuk membesarkan anak ini.
Sepertinya anak ini cukup kuat, terbukti bahwa dia masih ada setelah Winter menenggelamkan diri kedalam laut yang dingin.
Winter harus mengisi perutnya, karena ada kehidupan lain yang dibawanya.
Lain halnya dengan Winter yang mulai menjelajahi tempat aneh tersebut, suasana kediamanan Oldenburg sangat mencekam.
Dia, Dante Oldenburg, kepala keluarga Oldenburn, terus mengeluarkan aura yang mencekam setelah kebenaran terungkap.
Kebenaran bahwa istrinya bukan meninggal karena melahirkan tetapi diracuni, kebenaran bahwa Winter adalah anak kandungnya, warna rambut Winter putih salju dikarenakan kekuatan yang ada pada Winter, yaitu es.
Kebenaran bahwa Winter bukanlah pelacur seperti yang digosipkan, Winter adalah korban pemerkosaan dari teman dekat Hendrick Oldenburg, Felix Ludwig yang mabuk pada waktu itu.
Kebenaran-kebenaran ini menampar telak Dante, dia tidak tahu harus bagaimana, dia merasa marah, menyesal, sedih, kecewa secara bersamaan.
Hal ini tidak hanya dirasakan oleh Dante saja, tapi ketiga anaknya juga, yaitu Hendrick Oldenburg, Ramsay Oldenburg, dan Peter Oldenburg.