4. Suami Cantik

1049 Words
Sedari tadi Rivka memasang wajah betenya, ia begitu kesal dengan Rendy karena pria itu yang tadi pagi mengerjainya. Ia bahkan tidak mau diajak bicara oleh laki-laki itu karena rasa kesalnya, Rivka mengabaikan Rendy setiap kali Rendy berusaha meminta maaf dan menjelaskan semuanya padanya. Tak hanya Rendy saja melainkan juga Mbak Kia dan tim Rendy juga berusaha membujuk Rivka agar Rivka tidak marah, tetapi Rivka tetap saja marah. Bagaimana tidak? Yang membuatnya kepala tak hanya karena prank pagi itu, melainkan juga karena Mbak Kia yang memposting hal yang terjadi itu ke channel YouTube Rendy. Sedari dulu Rivka tidak ingin diekspos, tetapi semuanya malah menjadi berubah saat ia menikah dengan Rendy. "Rivka jangan marah lagi, maafin Rendy. Rendy nggak sengaja," ujar Rendy sambal menoel lengan Rivka. Saat ini di rumah Rivka tidak ada orang selain tim Rendy, itu semua karena keluarganya sedang pergi karena ada acara sendiri. Entah acara apa itu, Rivka sama sekali tidak diberitahu. Padahal, ia ingin ikut daripada hanya bersama Rendy dan timnya yang menyebalkan ini. Ia sudah meminta hapus videonya tadi pagi, tetapi Mbak Kia beralasan kalau sayang jika dihapus karena yang menonton sudah lumayan banyak. "Kalau lo mau gue maafin, lo minta Mbak Kia buat hapus postingan video yang menampakkan muka gue!" tukas Rivka tanpa menatap ke arah Rendy. "Udahlah, Riv, nggak usah ngambek segala. Kan udah gue jelasin, sayang mau ngehapusnya. Lagian biarin aja kenapa sih? Biar semua orang tahu kalau Rendy itu suami lo, jadi mereka nggak berani tuh nge-DM Rendy terus karena udah tahu sekarang ini Rendy punya istri," ujar Mbak Kia ikut berbicara. "Gue nggak peduli kalau mereka mau kirim pesan ke Rendy atau nggak, toh itu bukan urusan gue. Yang jadi urusan gue itu muka gue udah terpampang di sosmed gara-gara ulah lo, Mbak, gue minta lo hapus itu. Gue nggak suka muka gue ada di sana, kalau kalian mau bikin konten ya bikin aja. Jangan libatin gue dengan konten kalian, gue nggak suka!" Setelah mengatakan itu, Rivka pergi menuju kamarnya. Kesal juga berlama-lama dengan orang-orang yang tidak mengerti dirinya, Rivka berganti pakaian karena ia memang hendak pergi keluar. "Rivka mau ke mana?" tanya Rendy saat melihat Rivka yang sudah rapi akan keluar rumah. "Gue mau keluar, malas banget di sini sama kalian." Saat hendak pergi, Rendy tiba-tiba saja menarik tangan Rivka. "Apaan sih, Ren? Nggak usah pegang-pegang deh!" Rivka menghempaskan tangan Rendy. "Rendy ikut Rivka ya?" pinta Rendy. "Wah, bagus itu. Ini bisa dijadikan konten, kalian bisa jalan bareng sebagai pengantin baru. Ini pasti jadi trending nanti," ujar Mbak Kia membuat Rivka langsung menatap wanita itu sebal. "Lo nggak usah nyebelin deh, Mbak! Apa-apa dibikin konten!" "Keseharian Rendy itu bisa menghasilkan uang, lo nggak mau bantu suami lo sendiri? Padahal cuma gue sama tim videoin bentaran doang, nanti kalian boleh deh menikmati waktu berdua tanpa kamera," ujar Mbak Kia berusaha membujuk. "Uang Rendy 'kan lo juga nantinya yang nikmati karena saat ini lo jadi istrinya Rendy, Riv, memangnya lo nggak mau dapat nafkah gede dari suami lo?" Mbak Kia menebak kalau Rivka pasti akan setuju dengannya, tetapi ternyata salah saat Rivka pergi keluar rumah tanpa berkata apa-apa lagi. "Rivka!" panggil Rendy. "Mbak Kia jangan ikut, Mbak di sini aja," ujar Rendy ketika Mbak Kia hendak ikut menyusul Rivka bersamanya. Rendy menarik pergelangan tangan Rivka, menghentikan wanita itu yang hendak pergi. "Apaan sih, Ren? Nggak usah pegang-pegang tangan gue. Lo kalau mau buat konten ya buat aja, nggak usah bawa-bawa gue segala. Gue mau pergi!" "Rivka nggak suka kalau Mbak Kia bikin video buat kita? Kenapa Rivka nggak suka? Apa Rivka nggak suka Rendy?" tanya Rendy. "Kenapa pertanyaan lo aneh gini sih? Lo udah tahu 'kan kalau gue nggak suka ikutan kayak gini." Rendy terdiam, kata-kata Rivka itu benar karena pada kenyataannya selama mereka menjadi teman, Rivka selalu tidak ingin kalau wajahnya terpampang di video yang akan diposting di channel YouTube-nya. "Ya udah nanti Rendy bilang sama Mbak Kia kalau Mbak Kia nggak usah rekam Rivka lagi karena Rivka nggak suka. Tapi, boleh Rendy ikut Rivka?" pinta Rendy. "Buat apa lo ikut gue? Gue yakin lo nggak bakalan suka tempat yang mau gue tuju." Saat ini ia hendak bermain bola bersama anak-anak kompleks perumahannya, ia dan Rendy memilih selera yang berbeda dan ia tahu kalau Rendy itu tidak suka kepanasan. Maklum saja, Rendy ini 'kan selebrgam sekaligus youtuber, lelaki itu takut kalau kulitnya menjadi gelap. "Apa yang Rivka suka, Rendy pasti suka kok." "Terserah lo aja deh!" "Apa itu artinya Rivka izinin Rendy buat ikut?" "Menurut lo?" Setelah mengatakan itu, Rivka langsung pergi meninggalkan Rendy. "Rivka, tungguin Rendy!" teriak Rendy berlari menyusul Rivka. Keduanya berjalan bersisian menuju lapangan bola yang tak jauh dari rumah, di sana sudah ada bocil-bocil yang memang sedari tadi menunggu Rivka karena mereka sudah punya janji untuk bermain bersama. "Mbak Rivka!" panggil seorang bocah bernama Anton. "Udah lama kalian nunggunya?" tanya Rivka. "Nggak kok, Mbak, kita-kita juga baru datang." "Mbak, kemarin Mbak udah ada di timnya Dino. Sekarang Mbak di timnya Anton ya," ujar Anton. "Ih, nggak mau, Mbak Rivka biar aja di timnya Dino. Di timnya Anton pemainnya udah kuat-kuat, Mbak," protes Dino. "Nggak boleh! Harusnya gantian, kemarin Mbak Rivka ada di timnya kamu. Hari ini Mbak Rivka di timnya kami!" ujar anak yang berada di tim Anton, namanya Dika. "Udah-udah, jangan ribut. Iya, Mbak akan berada di timnya Anton ya, buat Dino jangan marah. Kan udah jadi kesepakatan kita kalau gantian?" "Iya, Mbak." "Ya udah, ayo kita mulai sekarang. Mumpung masih agak pagi nih," ujar Rivka. "Rivka mau main bola ya? Rendy ikutan ya?" celetuk Rendy tiba-tiba. "Nah, Dino, biar Kak Rendy yang ada di tim kamu ya," ujar Rivka. "Yaah, nggak mau ah, Mbak. Kak Rendy 'kan nggak jago mainnya, nanti tim kami jadi kalah," tolak Dino yang diangguki oleh teman-temannya yang lain. "Kata siapa Rendy nggak bisa main? Rendy bisa kok!" ujar Rendy tak terima dikata tidak bisa main. "Jangan ribut, Dino, biar aja ya Kak Rendy ada di tim kamu." Karena itu Rivka yang meminta, maka Dino tidak punya alasan untuk menolak. Hingga akhirnya mereka pun mulai bermain, Rivka yang memang menjadi ratu bola pun banyak mencetak gol, sedangkan Rendy sendiri masih berusaha untuk mengambil bola dari lawannya walaupun berkali-kali kalah dengan seorang anak kecil. Sudah Rivka duga kalau Rendy tidak cocok main ini, Rendy terlalu cantik untuk bermain kasar seperti ini.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD