Malam harinya, ketika makan malam semua penghuni masion itupun berkumpul menjadi satu di meja yang sangat panjang. Kira-kira total yang duduk di kursi ada tigapuluh lima orang, tidak ada wanita atau anak-anak. Semua laki-laki.
Selesai makan, Le Fang Shio mengajak putranya, Le Zhang Shui ke ruang kerjanya untuk menceritakan keadaan ibunya.
"Kerajaan Elf sekarang sudah hancur, kita tidak bisa kembali lagi, kita hanya bisa berbaur dengan manusia. (Mendesah panjang) hanya dengan kekuatan ibumu kita bisa mengembalikan kerajaan Elf seperti semula. Tapi ...ibumu tidak ingat tentang kita. Bukan karena amnesia, asli karena dia tidak pernah bertemu kita. Ayah belum pernah bertatap muka dengan ibumu sebelumnya. Pasti jika ibumu tahu apa yang telah ayah perbuat padanya ia akan marah dan membunuh ayah, alih-alih menolong kita mengembalikan kerajaan Elf kita" jelas Le Fang Shio lesu. Ia sangat mencintai Xiao Linlin bahkan cintanya telah merasuk kejiwa raganya, ia takut membuat Linlin kecewa apalagi marah padanya.
"Ayah...lalu kita harus bagaimana? Shui harus benar-benar sudah kangen sama ibu" ke Zhang Shui lebih lesu dari pada ayahnya.
"Yang bisa kita lakukan sekarang mulai dari awal. Ayah sudah menyelidiki ibumu, dia ketua organisasi the Evil Eyes. Kelompok ini informan kelas A. Kamu harus bisa masuk kesana untuk mengambil hati ibumu. Dia sedang menyelidiki kasus keluarga Xiao, Dan sepertinya ini masih bersangkutan dengan ibumu. Dan ada yang menginginkan mata air surgawie milik ibumu, kalau sampai ada yang tahu jika ibu mu lah sang pemilik air surgawie itu. Maka akan terjadi pertumpahan darah. Jangan percaya kepada siapapun. Walau itu teman dekat mu sendiri. Jangan biarkan siapapun tahu tentang air ajaib itu. Ini juga mencegah dari ketamakan manusia. Faham?"
"Ya ayah, shui faham. Misi shui masuk ke organisasi ibu. Hahaha..shui gak sabar ingin melihat ibu."
"Kontrol rindumu itu, jika ingin ibumu mau menerimamu"
"Ya"
Tapi yang tidak mereka sadari jika Xiao Linlin sudah tahu jika ia mempunyai suami dan satu anak laki-laki ketika sedang koma, hanya saja ia tak pernah bertemu dengan nya.
Sementara itu di sebuah rumah yang bisa di bilang besar, bukan seperti istana. Ada seorang gadis ah salah lagi wanita, sedang muntah-muntah di wastafel. Dia sedang hamil muda, di dekatnya berdiri seorang gadis yang selalu melayaninya setiap saat.
"Nona, apa saya harus memanggil dokter Zo lagi? Sepertinya muntah-muntah nona semakin parah"
"Tidak, ini sudah biasa bagi seorang wanita yang sedang hamil muda. Apa..tuan mudamu sudah kembali? Sudah dua malam ia tak pulang-pulang" wanita muda itu tampak kuyu setelah mengeluarkan semua makan malamnya.
Gadis muda itupun tak berani menjawab.
"Sudahlah, aku sudah tahu jawabannya. Ia tak pulang lagi bukan"
"Nona, mungkin tuan muda sibuk mengurusi bisnisnya. Setelah meninggalnya tuan muda pertama, semua bisnis di limpahkan kepadanya."
"Sudah cukup! Seharusnya ia pengertian kepadaku. Aku sedang hamil anaknya, sedikit saja perhatiannya padaku. Aku sangat rindu padanya!" Marah nona muda itu, yang tak lain adalah Xiao Sanni. Saudari tiri Xiao Linlin.
Demi balas dendam dengan keluarga utama Xiao, ia berkaborasi dengan tokoh mafia dunia bawah untuk menghancurkan nya. Dengan bekal kecantikan dan tubuhnya ia tukarkan dengan kekuatan untuk menghancurkan keluarga Xiao. Tapi sayang rencananya di dengar oleh kakak pertamanya Wu Sang Yi. Dan akhirnya yang menyerang klan xiao cabang pertama adalah Wu JeiLie. Dia juga bersukur itu adalah dia, kalau tidak yang mati dalam kecelakaan itu adalah Wu Sang Yi.
Tok..Tok..Tok..
"Nona, Ada yang mencari anda. Ia seorang perempuan yang katanya ia masih kerabat anda" lapor pelayan perempuan lainnya yang bertugas membukakan pintu bagi siapa saja.
"Aku tidak punya kerabat, suruh pergi tamu tak di undang itu!" Perintaknya tajam.
"Baik nona" pelayan itupun pergi sambil mengomel dalam hati. Mentang-mentang hamil anak tuan kedua, ia berlagak seperti ratu di sini.
"Ach ya nona, katanya perempuan itu bernama Xiao Linlin" tambah pelayan itu sebelum benar-benar pergi dari kamar Xiao Sanni.
Xiao Sanni mendengar nama Xiao Linlin di sebutkan, tubuhnya bergetar cepat secara otomatis.
"Mana mungkin dia kan? Dia sudah mati ditangan ku sendiri. Juga..aku menyaksikan dia di kubur. Mana...mana..mungkin ia masih hidup?..haha..pasti itu orang lain yang namanya sama dengan wanita kotor itu!" Monolog nya ketakutan.
"Nona, tenanglah.. nona tidak boleh stress. Kasihan bayi yang di dalam perut nona"
"Benar, aku harus sehat tidak boleh stress, oke kita lihat siapa tamu kita ini. Dan aku ingin tahu nama orang yang sama dengan saudara tiriku ini."
Keduanya pun berjalan menuju ruang tamu, pelayan penjaga pintu itu sudah memberi tahukan ke tamu perempuan itu jika nonanya tidak menerima tamu. Tapi dia masih ngotot untuk menunggunya. Al hasil tamu perempuan itu masih berdiri di depan pintu melihat pemandangan di halaman masion.
"Maafkan saya nona yang tidak sopan kepada anda, di karenakan badan saya kurang nyaman. Silahkan masuk dan duduk" sapa Xiao Sanni ramah kepada Xiao Linlin. Dilihat dari pakaian Xiao Linlin, is merupakan dari keluarga kaya raya. Itu baju Armani edisi terbatas, yang keluar hanya lima buah saja pertahun. Yang harganya Perbaju sekitar $50.000. Hanya kaum elit saja yang bisa membelinya. Makanya ia berubah sikap kepada tamu tak di undang ini.
Mendengar ada orang yang menyapanya dari belakang punggungnya, Xiao Linlin membalikan badannya secara lambat dan melepas kaca mata hitamnya yang bertengger di hidung mancungnya.
"Lama tak jumpa saudari.." sapa balik Xiao Linlin sambil tersenyum manis ke arah Xiao Sanni yang dulu selalu ia lakukan jika bertemu dengan saudari beda ibu ini.
"Ka..kau..ke..kek..kenapa..kamu masih hidup?! Jelas-jelas kau sudah mati dan di kubur?!"tanya Xiao Sanni ketakutan. Ia mundur beberapa langkah hampir terjatuh jika pelayannya yang selalu di belakannya tidak refleks menangkapnya.
Xiao Sanni sangat ketakutan melihat wajah Xiao Linlin yang sangat cantik seperti dulu. Bahkan wajah ini memancarkan daya pikat wanita dewasa.
"Kejutan! Boleh aku masuk?" Tanpa menunggu Xiao Sanni mengiyakan Xiao Linlin masuk kedalam rumah itu.
"Waw..di dalm benar-benar indah, tak malu lah jika ini di sebut rumah pemimpin mafia yang terkenal seantero dunia bawah" seru Xiao Linlin riang.
"Tutup mulut mu! Kau tak pantas menyebut rumah tuan dengan mulut motormu!"teriak pembantu perempun yang menopang Xiao Sanni.
"Diamlah. Kakak..kau masih hidup? Sukurlah.. tapi...ayah dan ibu...aku dengar mereka mendapatkan kecelakaan.." kata Xiao Sanni sedih.
"Hahaha..tenang, aku akan hidup seribu tahun lagi. Dan aku beritahu (Xiao Linlin mendekat ke arah Xiao Sanni Dan membisikinya) xiao Linlin yang kamu bunuh dua tahun yang lalu memang sudah mati, aku adalah reinkarnasi nya yang akan menagih utang nyawa padamu." Dengan sangat pelan dan tajam. Jika kata-kata seseorang bisa melubangi jantung manusia, maka Xiao Sanni akan mati terkapar saat ini. Kata-kata Xiao Linlin menembus jantungnya dan ia menjadi sudah berkata-kata.
Setelah mengucapkan itu ke Xiao Sanni , Xiao Linlin pun hilang ke udara tipis. Xiao Sanni Dan pembantunya menjerit bersama dan berakhir pingsan.