Chapter 6. Macam Betina

1061 Words

Masa lalu adalah sebuah kenangan Dan masa depan adalah sebuah impian" Reina terbelalak. Kalimat itu bagai kilatan petir yang menyambar tubuhnya dan mengalirkan arus listrik kuat ke seluruh urat nadi. Dia mematung sekarang. Otaknya mendidih, bahkan hampir meledak dibuatnya. Percuma sudah dia bersikap sok manis dan sok baik. Karena nyatanya, sikap itu tidak berguna sama sekali. NOL PERSEN! GAGAL TOTAL! Dengan tega Reina membuang urat malunya untuk datang berkunjung, eh, malah mendapat apes yang luar biasa. Risiko seperti inikah yang dimiliki manusia untuk melindungi harga diri? Oh, Allah. Harus bagaimana dia sekarang? Alle menunggu. Dia harus mendapatkan--YES--dari wanita yang sedang terbakar emosi. Kilatan kepuasan tampak jelas di matanya. I am the winner and always like that. Ti

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD