Bab 7 : Matahari Senja

1129 Words

Setelah Meera pergi, Gyan tidak langsung meninggalkan meja, juga tidak pergi ke toilet. Dia tetap di kursinya, meraih selembar tisu untuk menyeka wajahnya tanpa memedulikan orang-orang di sekitarnya yang menatap sambil tertawa dan berbisik-bisik. Dia juga tak peduli ketika kemejanya yang berwarna krem bernoda kopi pekat. Gyan menatap ke teras kafe, dan meja kursi rotan yang terletak di sana melalui dinding kaca. Bertahun-tahun yang lalu, dia dan Meera seringkali duduk di sana. Pada cuaca yang sama seperti ini. Surabaya yang selalu terik, dan angin sejuk yang berhembus. Gyan bahkan masih bisa membayangkan dirinya dan Meera dengan versi yang lebih muda duduk di kursi rotan itu. Dalam versi lebih muda itu, Meera sedang mencengkeram hot cokelat di cuaca yang panas, dan dia memosisikan wajahn

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD