Bab 36. Milikmu Seutuhnya

739 Words

“Enak, Anik Sayang?” tanya Seno lembut, merasakan licin dan basah di milik Anik, dan liang yang terus menerus mengeluarkan cairan lengket menggairahkan. “I … iya, Pak Seno. Enak banget.” Anik sudah tenang, menikmati sentuhan Seno. Dia membuka matanya, menatap Seno sambil merasakan kenikmatan di bawah sana. Perutnya terasa teraduk-aduk nikmat, dan dia yang mendesah. “Enak ya, Pak.” “Enak dong hm ... nyaman, apalagi kita yang sama-sama saling sayang.” “Oh, begitu.” “Ya.” “Hm, saya kok ingin lama-lama begini.” Seno tertawa pelan, tidak berhenti mengurut milik Anik yang semakin lama semakin licin berlendir. Dia merasa senang bisa memberikan kesenangan ke gadis kesayangan, merasa bangga pula telah menjadi orang yang pertama menyentuh bagian terintim Anik dan memberi kesenangan. Anik

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD