Bab 37. Mama Pulang

741 Words

Hari ini Anik tidak sesibuk hari biasa, karena Ceci dan Pandu sama-sama tidak memiliki jadwal ke sekolah. Sekolah Ceci empat kali seminggu, dan Pandu memiliki jadwal tiga hari, juga jam yang tidak terlalu panjang, kecuali jika Ceci memiliki jadwal kegiatan di luar sekolah, seperti les piano dan Bahasa Mandarin. Bagaimanapun, kedua anak itu tetap bangun seperti biasa, dan Anik yang membimbing mereka berdua. “Hmmm, bangun, Ceci manis.” Anik mengusap-usap kepala Ceci, dan Pandu yang sudah berada di gendongannya. “Mbak Anik?” Wajah Ceci terlihat sedih dan cemberut. “Ada apa?” “Aku mimpi buruk.” “Mimpi apa?” “Mama hilang.” “Oh.” Anik terenyuh mendengar mimpi Ceci. Anik menatap Ceci dengan tatapan membujuk, “Hanya mimpi,” ujarnya membujuk. “Bukan mimpi, Mbak Anik. ‘Kan mama memang men

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD