Seno tidak menghabiskan waktu satu minggu di Kendari dan dia yang pulang lebih awal ke Jakarta. “Tolong bawa saja ke kamar, oleh-olehnya langsung di dapur saja,” ujar Seno ke Bejo saat sudah berada di dalam rumahnya dan dia merasa sangat lega setelah perjalanan yang cukup jauh dan lama. Berjam-jam berada di dalam mobil di lapangan proyek menuju bandara, dan berada di pesawat berjam-jam pula, lalu melewati jam macet menuju rumah di Jakarta. Tatapannya lalu tertuju ke pintu kamar Cecilia yang tertutup dan yakin anak-anaknya yang sudah tidur lelap. Entah kenapa pandangan Seno tersita ke pintu belakang yang sedikit terbuka, dengan tirai yang bergoyang karena angin malam, juga samar-samar lampu temaram di luar yang menyala. “Ada lagi yang bisa saya lakukan, Pak Seno?” tegur Bejo menunduk h

