Fara menatap wajah Anna tidak percaya. “Anik … babysitter anak-anakmu?” tanyanya terbata, pikirannya seolah hampa, tidak tahu harus berkata apa untuk menanggapi. Dia yang sangat terkejut. “Ya, sudah lebih dari tiga bulan dan dia bekerja sangat baik. Anak-anakku yang penurut dan semakin ceria.” “Oh.” Fara masih menatap Anna, beragam emosi bercampur aduk dia rasakan, mengingat sosok Anik yang baginya misterius. “Kamu mengenal Anik?” tanya Anna, menyentak lamunan Fara. Fara menghabiskan kopinya, dan berdecak, lalu mengatur emosinya. “Aku tidak mengenalnya,” ujarnya saat emosinya yang cukup stabil. “Yang aku tau dia adalah gadis yatim piatu dari panti asuhan. Hm … hanya itu.” “Hm, sepertinya dia baik-baik saja, tidak sesuai dengan yang kamu ucapkan waktu itu tentangnya, bahwa dia … ya …

