Bab 15. Kecewa Anna

1107 Words

Anna memegang tangan Panca, ingin Panca duduk bersamanya. “Oke. Aku hanya khawatir temanmu itu yang akan mengacau hubungan kita,” ujar Panca, tersenyum kecil melihat sikap Anna yang sedikit berlebihan, padahal dia sebenarnya memang ingin bersamanya. “Dia teman dekatku, dan aku sangat mengenalnya. Dia tidak akan memberitahu siapa-siapa,” ujar Anna meyakinkan. “Aku nggak mengkhawatirkan diriku, aku hanya mengkhawatirkanmu, Anna.” Anna terdiam, menyadari posisinya yang kurang menguntungkan, dia yang menikah dan punya anak dan Panca yang tidak menikah. Tentu saja statusnya sangat menantang. “Jadi kamu curhat apa dengannya?” tanya Panca lembut, ingin Anna merasa lebih tenang. “Tentang aku, perasaanku dan keadaanku … kamu juga, Mas.” Panca tersenyum hangat memandang wajah Anna yang khawa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD