Seno tersenyum hangat melihat reaksi Anik saat disinggung almarhum suaminya. “Danika—” “Anik saja, Pak. Saya kurang suka dipanggil Danika,” potong Anik cepat. “Kenapa?” Anik menggeleng. “Tidak suka saja.” Anik mulai merasa kurang nyaman, dia mengambil gelas dan mangkuk kososng, membawanya ke sink dapur dan mencucinya. “Kamu terlalu fokus dan tidak melihat sekitar, saya dua kali menjenguk Ronan di rumah sakit, terakhir seminggu dia meninggal, saya yang akhirnya tahu bahwa dia menikah lagi … dan saya melihat kamu.” “Apa Bapak juga melihat bu Fara mengusir saya—” “Ya, saya melihat juga kejadian itu, bahkan istri saya ikut melerai. Lagi-lagi saya melihat kamu fokus dengan diri kamu dan tidak melihat sekelilingmu.” Anik menyiram sisa busa bekas dia mencuci alat-alat makan di sink dan m

