Bab 45. Cemburu Anik?

754 Words

Ruang istirahat mendadak ramai, tapi hanya beberapa saat, lalu sepi dan anak-anak yang sudah tidur nyenyak siang itu. Anik dengan sabar dan telaten mengusap-usap punggung Ceci dan Pandu bergantian. Melihat anak-anak yang tidur nyenyak, Anik tergerak pula ingin tidur. Apalagi ruangan itu memang dengan sengaja didisain untuk tempat beristirahat, sejuk dan aroma yang lembut. Baru beberapa saat Anik rebah di sisi Pandu dan memejamkan mata, Seno datang dan menyentuh pundaknya. “Pak?” delik Anik, dia langsung duduk. “Kamu ngantuk?” “Iya.” Seno mengamati wajah Anik, dan gadis itu yang terlihat enggan memandangnya. “Hei,” desahnya, lalu duduk di samping Anik, dan bertanya, “Kamu baik-baik saja?” “Ya.” Anik tertawa segan, “Maaf, Pak. Liat anak-anak tidur saya jadi mengantuk.” Seno memegan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD