Seno langsung duduk di depan meja kerjanya dan membaca dokumen yang dibawa Wita, dan Wita berdiri di sampingnya, sambil menjawab pertanyaan-pertanyaan Seno seputar dokumen. “Kamu sudah tahu hubungan saya dan Anna sedang buruk,” ujar Seno sambil menandatangani dokumen yang sudah dia baca. “Iya, Pak,” jawab Wita, matanya sekilas melihat pintu kamar istirahat Seno yang tertutup rapat. Seno menghela napas lega setelah menandatangani dokumen. “Dia Danika, dia babysitter anak-anak saya, saya dan dia memang menjalin hubungan khusus,” ujar Seno pelan. Wita tersenyum tipis. “Bapak lupa saya juga mengenal Danika, saya yang membawanya ke mari,” ujarnya. Seno terkesiap. “Maksud saya, saya ikut menentukan siapa-siapa saja yang lulus berkas saat lamaran.” “Astaga. Ya ya.” Seno memukul kecil dahi

