Anna menggeram lepas saat pada akhirnya merasakan kepuasan, dia dengan cepat mundur dari tubuh Panca dan rebah di sisi Panca. “Ah,” desah Anna lega, langsung mengatur deru napasnya yang memburu cepat. “Akhirnya kamu puas juga, Anna sayang,” ucap Panca. Anna tertawa letih, malam sebelumnya dia langsung berhubungan badan dengan Panca saat bertemu di kamar hotel, tapi dia mengalami kesusahan saat ingin meraih o*****e. Malam ini dia berhasil, dan Panca yang tertawa bangga. “Aku sudah bilang, kamu harus melepaskan semua yang menjadi beban pikiran. Kamu pasti akan bahagia bersamaku.” Anna masih mengatur deru napasnya yang cepat, menatap nanar langit-langit kamar hotel. Panca mengecup pundak polos Anna sebelum beranjak dari tempat tidur. “Mau ikut aku ke kamar mandi?” tanyanya. “Kamu dulu

