Anna lanjut menjelaskan, “Sebagian besar dana perusahaan dia limpahkan ke perusahaan sahabatnya itu. Aku tau dia membeli saham sahabatnya itu dengan harga di bawah pasaran, tapi tetap saja itu uang yang tidak sedikit,” keluh Anna. Entah kenapa Panca menyukai keluhan Anna, meskipun ada kekecewaan yang dia rasakan di dalam hati. Keadaan perusahaan suami Anna tentu membuat dia dan Anna bisa semakin dekat. “Mas.” “Hm?” “Seandainya aku berpisah, apa kamu mau menikah denganku?” Panca tertawa-tawa. “Aku tau ini terlalu dini membicarakannya, tapi terus terang saja aku khawatir keadaan memburuk. Aku nggak mau dia yang sampai memakai berlian-berlianku untuk menutupi keuangan di perusahaan.” “Berlian-berlian—” d**a Panca bergejolak. “Ya, aku memiliki banyak simpanan, Seno sering menitipkan da

