Bab 41. Debut Pandu

732 Words

Pandu sudah tampan dan rapi dengan pakaian paduan suaranya, dan Anik yang sibuk memperhatikannya di belakang panggung. Anak itu sumringah sebelum tampil, dan dia yang selalu senyum. “Mbak ke depan saja. Nanti Mbak nggak bisa liat aku nyanyi di depan,” suruh Pandu, dia yakin bisa tampil dengan baik. “Nanti saja pas Pandu dipanggil, baru Mbak ke depan.” “Ih, tapi nanti Mbak nggak bisa duduk di bagian paling depan sama Ceci dan papa.” “Nggak apa-apa, Mbak pastiin bisa liat kamu di dekat panggung, Mbak videoin.” “Nggak usah divideoin, sudah ada cameramen, Mbak Anik. Mbak nonton dan enjoy penampilan aku,” ujar Pandu, dia tak sabar Anik menyaksikannya dari jarak dekat. “Eh, ni bocah kata-katanya. Pinter banget, Mbak,” tegur salah satu kru yang menangani acara. Pandu senyum-senyum dan ter

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD