Bab 40. Ajakan Anik

812 Words

Anik tidak langsung menghampiri Ceci dan Pandu yang sedang dijaga Lisna di ruang bermain, dia malah masuk ke dalam kamarnya, lalu melesat masuk ke dalam kamar mandi dan duduk di toilet sambil memegang dadanya yang berdegup keras. Dia menutup mulutnya, lalu tertawa kecil, mengingat momen seru bersama Seno di kamarnya, dan Anna yang ada di dalam kamar mandi. “Astaga pak Seno, bisa-bisanya diaaa.” Anik senyum-senyum sendiri, mengingat perlakuan m***m Seno kepadanya. “Oooh,” desahnya, merasakan kedut-kedut di area intimnya, masih merasakan nikmat saat dijilat lidah Seno. Dia menggeleng tersenyum mengingat Seno mengambil celana dalamnya dan menyimpan di saku, juga wajah usilnya. Anik lekas membasuh miliknya yang berlendir, dan dia tersentak saat jari-jarinya menyentuh bagian ternikmat. Berd

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD