Misi Sebenarnya

1859 Words

. Naviza merasakan sentuhan kasar yang menepuk-nepuk kedua pipinya berkali-kali. Tepukan pelan yang kemudian semakin intens dan justru menjadi koyakan untuk kepalanya. Dia seperti ditarik dari satu ruang hitam secara paksa. Setiap tepukan di pipi itu seperti pukulan kuat yang terus mendorong punggungnya untuk maju menuju sebuah titik putih yang begitu kecil. Tiap kali ia menahan kakinya untuk tetap diam di tempat, pukulan itu datang dua kali lipat lebih kuat hingga membuatnya tersungkur.            “Naviza!” Suara itu membentaknya pelan. Satu tarikan napas panjang membuat matanya membelalak seperti tersengat sesuatu. Naviza berhasil mencapai kesadarannya. Napasnya tergagap, matanya membulat penuh dan keringat dingin mengucur di pelipis dan dahinya. Naviza berusaha mendapatkan lebih ban

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD