32. Mine

2332 Words

“Arik? Ada apa?” “Saya mau bicara sebentar, Mas. Penting.” “Nggak bisa besok saja?” Sungguh, ia sudah terlalu lelah. Bayangan bathtub berisi air hangat menari-nari di benaknya. Mungkin saja, saat berendam nanti ia bisa ketiduran saking lelahnya. Lagi pula, seingatnya, ia tidak punya urusan apa pun dengan salah satu anak teman kuliah ayahnya tersebut. Mereka hanya bertemu dua kali, di rumah sakit dan di warung bakso. Di kali terakhir, Arik membuatnya gusar karena mata pria itu tidak putus-putus memandangi pacarnya. “Ini mengenai Athalia.” “Atha? Ada apa dengan Atha?” Costa terkesiap. Arik berhasil memantik rasa penasarannya begitu nama Thalia disebut-sebut. Ia menebak, insiden di warung bakso menyisakan ujung yang belum selesai. Ia menyanggupi permintaan Arik dengan menyuruh Pak Diman

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD