Aqila memberengutkan wajahnya, perjalanan dia ke Gunung Rinjani benar-benar hal yang konyol pasalnya dia belum pernah mendaki dan banyak hal dilewati Tapi Untung saja Nathan membantu dia dan menolong dia, jika tidak ada Natan Aqila tidak tahu bagaimana nasib hidupnya sendiri, Aqila kembali ke sekolah hari ini, dia memulai semester baru dalam hidupnya. Sekilas Akila menatap raja yang sedang duduk di pinggir lapangan basket sembari melamun titik dia Lalu mendatangi raja dan menepuk punggungnya dari belakang. "Ngapain kamu?? Aqila sembari menatap raja yang sedang memunggungi dia titik menurut Aqila sikap belajar sangat aneh karena tidak biasanya Raja pendiam seperti ini biasanya jika raja pendiam seperti ini pasti ada satu hal yang mengganjal, pasti ada hal yang disembunyikan oleh raja namun Aqilah tidak mengetahuinya. Sebagai teman Aqilah jika berniat membantu Raja Apabila ada kesulitan. "Kenapa kok tiba-tiba Murung? Kenapa tiba-tiba diam?" Tanya Aqila kepada raja yang sedang melamun. Hingga detik ini pun Raja masih tak bergeming mulutnya tertutup rapat. Masa-masa ABG memang sangatlah labil dan diyakini benar-benar bingung apa yang harus dia lakukan ketika dia jatuh cinta dengan Sahila. "Apa sih gangguin aja, Lagi enak-enak Lamun." Raja mengucapkan sembari menggembungkan pipinya, dia Sedang malas berbicara dengan siapapun hari ini. "Loh kok kamu ngomongnya kayak gitu sih?" Aqila lu mengambil duduk tepat di samping raja, bel tanda masuk akan berbunyi 1 jam lagi, namun Aqila enggan untuk bersiap di dalam kelas, dia masuk ke sekolah terlalu pagi hari ini. " nggak papa cuman lagi capek ke rumah gue kepikiran sama Sheila. Lu tahu kan kalau gue suka banget sama Sheila tapi nggak tahu kenapa kok Saya cuek ya sama gue? "Raja mengucapkan sembari menunduk, Aqila melihat ada guratan wajah yang kecewa kepada Sheila lebih tepatnya bukan kecewa tapi rasanya merasa gundah karena dia kemarin melihat Sela yang lega dekat dengan Alvaro, teman sekelas Aqila. Ya kalau lu emang suka sama Sheila, telah tinggal tembakan sih dia, terus Kenapa lo bingung? "Tanya Aqila sembari memiringkan kepalanya. Kangen Aqila terulur membenarkan dasi raja yang sedang miring. "Pakai dasi itu yang bener nggak usah miring-miring, udah enggak usah kalau Salsabila, kalau emang suka bilang aja dulu sama sehingga soal tanggapannya sayla itu urusan belakang, Lho kan lagi, harus lebih berani dong. " Raja menarik nafas dan menghembuskannya, sungguh dia benar-benar aku dengan hal ini. Kalau saja dia mengucapkan rasa sukanya kepada Sheila Komah Raja benar-benar takut jika dia ditolak oleh sayla. " sudahlah itu urusan belakang ntar ajalah gue ngomong sama Shilla. Gimana badan lo? Udah enakan? Rossi aneh-aneh pakai daging tapi enggak tahu Gimana cara dagi, siapa sih idenya siapa itu lagi diem-diem? Kita tuh kan masih Harusnya di bawah bimbingan orang tua. "Raja mengucapkan dengan tatapan serius kepada Aqila, menuruti Aqila sudah sangat nekat melakukan kan cuman lagi sendirian. "Ya ginilah, untuk Masha waktu itu ada Nathan anak sekolah belakang yang bantuin gue, "ucap pagi lah. Raja tersenyum lalu menunjuk seseorang yang berjalan dari pintu gerbang. " Nathan? Sepupu Gue? Tuh lihat dia ada di depan dia pindah sekolah atau nggak. "Aja sebenarnya tahu jika Nathan pindah sekolah karena ingin mendekati Aqila. Raja dengan Nathan rumahnya bersebelahan, mereka sepupu tapi sebenarnya beda sekolah tapi kemarin Nathan sudah mengurus perpindahan alasan Nathan pindah ke sekolah ini karena dia ingin mendekati Aqila. " Eh iya! Itu kan Natan, gue nggak nyangka ternyata dia sekolah di sini? "Raja menggeleng Kok malah dia Lalu Melambaikan tangannya menyuruh Nathan untuk mendekati dia. "Iya dia emang dulu sekolah pengen di sini tapi waktu itu nyokap nyuruh untuk sekolah di SMA sebelah aja yah tapi akhirnya dia minta pindah sekarang. "Akila menyerngitkan dahinya, Kenapa semudah itu Natan meminta pindah tanda tanya kenapa Nathan tiba-tiba pindah ke sekolah ini." Emangnya kenapa kok nonton mau minta pindah ke sini? "Raja hanya tersenyum kecil kok Mah dia menunjukkan deretan gigi putihnya dan menjawab. "Coba lu tanya aja sama dia, ntar pasti dia jawabnya cuma cengar-cengir. " Raja lalu Kediri, dia hendak meninggalkan Aqila dan latency berdua saja tapi Aqila menarik tangan Raja dan menyuruhnya duduk kembali. "Mana loh! Masih satu jam lagi gua mah udah sini aja." Nathan melihat mereka berdua lalu duduk ikut bergabung dengan mereka. " sekolah ini ternyata bagus juga ya, "ucap Nathan Aqila mengangguk dan Entah kenapa menatap Nathan rasanya canggung, apalagi Aqila teringat jelas Bagaimana Nathan menggendong dia saat sudah tidak kuat mendaki titik " By the way Thanks ya kemarin dah nolongin, kalau nggak ada lu nggak tau lagi deh gua harus gimana. " mengganggu dia Lalu mengeluarkan ponselnya dan menyodorkan ponselnya kepada Aqila. "Lo ketik dong nomor lo di layar." Nathan melirik mereka berdua dan berdehem sebenarnya Nathan tahu jika raja pasti sedang menggoda mereka namun datang tidak ingin menyatakan perasaan kepada akhirat dahulu karena dia ingin menjaga rasa ini sendirian, dia tidak ingin ketika Aqila tahu dia menyukainya nanti Aqila menjadi ilfil dan menjauh dari dia buat apa nomor gue? Kan kita satu sekolah. "Baca pagi lah"Justru itu karena kita satu sekolah gue butuh nomor lo," ucap Nathan kepada Aqila Siti Aqila lalu akhirnya mengetikan nomor dia dia ponsel Nathan. Dia mengembalikan ponsel Nathan dan saat itu juga Nathan memberinya nama kontak Aqila cantik. Tanpa sepengetahuan Aqilah dan menyimpan nomornya dengan kontak Aqila cantik" kaki kamu yang sakit gimana rasanya udah enggak sakit lagi?? Natan sembari melirik pergelangan kaki kanan Aqila kau Entah kenapa semenjak kemarin bertemu di Gunung Rinjani kau merasakan bahwa Aqila gadis yang sangat manis dan cantik titik-titik ya untungnya gue masih bisa jalan, kaki gue masih normal kok, Tapi kasihan sama temen-temen gue titik temen-temen gue semuanya pada capek jadi mereka bolos sekolahnya, dan kebanyakan dari mereka juga dimarahin sama orang tuanya gara-gara kemarin dagi. "Dan tertawa kecil mendengarnya, sepertinya Memang mereka nekat dan tidak tahu apa-apa soal Perda Giant namun mereka lalu pergi begitu saja tanpa ada ilmu. "Emang sebenarnya sih kalau mau mendaki kayak gitu lo harus tahu dong tentang ilmu-ilmu apa aja yang harus lo lakuin di atas sana tapi kalau misalkan Kalian pergi tanpa ada pungutan apapun, ya kayak gini jadinya kalian semua badannya capek terus malah enggak bisa sekolah kan. "Akila menganggur setuju dengan ucapan Nathan, dia memang benar seharusnya saat ia memulai mendaki q&q a*u dah tahu tentang ilmu apa saja nanti di atas pendakian.