bc

Dipaksa Jadi Istri Kedua Badboy SMA

book_age18+
159
FOLLOW
2.1K
READ
HE
opposites attract
heir/heiress
drama
bxg
highschool
like
intro-logo
Blurb

Naomi gadis cantik yang sehari-harinya berkerja di kantin sekolah itu dipaksa menikah dengan Arhan Aditya. Sang ibu yang mendesaknya untuk secepatnya menikah dengan bocah itu. Tentu saja awalnya ia menolak mentah-mentah karena Arhan itu masih sekolah dan juga bocah itu usianya lebih muda tujuh tahun darinya. Tentu saja kehidupan pernikahan mereka tidak mulus dan dipenuhi banyak konflik karena dari awal mereka tak saling cinta terlebih lagi Arhan sangat membenci Naomi. Perasaan bersalah dan rasa penyesalan Naomi muncul ketika ia mengetahui kenyataan bahwa ternyata ia hanya menjadi istri keduanya Arhan. Ya, Arhan sudah lebih dulu menikah secara siri dengan Clara sang idola sekolah yang terkenal dengan kecantikan dan kepopulerannya itu. Apakah yang akan dilakukan oleh Naomi? Apakah ia akan meminta cerai dari Arhan? Bagaimana reaksi Clara jika ia mengetahui jika Arhan kini memiliki istri lain?

chap-preview
Free preview
Harus Secepatnya Menikah
"Kak, saya pesen mie rebus satu porsi dong pakai nasi ya, Kak. Dan tolong nasinya yang banyak ya, Kak. Jangan sedikit kayak kemarin itu saya jadinya kan nggak kenyang." "Kak, saya pesen soto dong satu porsi aja tanpa nasi ya. Cepetan ya Kak nggak pakai lama!" "Kalau saya, saya mau pesen mie rebus aja, Kak tanpa nasi ya." "Gue duluan woy! Kak saya duluan ya saya pesen soto tanpa nasi ya, Kak." "Eh nggak bisa gitu dong! Gue duluan lah woy! Gue udah di mari dari tadi tau!" "Gue duluan lah gue yang duluan udah ngantri di sini dari tadi nih sampai pegel kaki gue berdiri dari tadi!" "Kakak cantik saya pesen bakso aja ya, Kak. Bakso urat aja di makan di sini." "Kak, saya juga dong saya mau pesen bakso tapi yang telur ya satu porsi aja tapi jangan pakai mie ya terus nggak pakai sayur sama nggak pakai tahu." Seperti itulah suasana pada siang hari di kantin sekolah tempat Naomi berjualan. Ya, jam istirahat memang selalu ramai oleh para siswa siswi yang ingin makan. "Udah udah jangan pada berantem, sabar ya adek adek cantik ganteng. Ngantri satu-satu ya nanti kebagian semua kok," lerai Naomi dengan bijak sambil meracik soto ayam pesanan mereka. "Aduh mana nih Saskia, aku udah keteteran banget nih," gumam Naomi sambil matanya mencari-cari sosok sahabatnya itu. Tak lama orang yang ditunggu telah datang juga, dialah Saskia rekan kerjanya di kantin. Naomi sehari-harinya berjualan bersama Saskia karena mereka juga berteman baik di luar pekerjaan. Dan seperti itulah suasana kantin sekolah setiap harinya yang selalu ramai, namun yang paling ramai adalah lapak Naomi. "Naomi jualannya laris banget ya," ujar penjual mie ayam yang geleng-geleng kepala melihat kerumunan para anak sekolah di warung Naomi tersebut. "Iyalah yang jualan aja cantik cantik gitu jadi ya wajar lah ya kalau rame," sahut bapak penjual batagor "Oke oke satu satu ya, ngantri!" kata Saskia dengan senyuman ramahnya. "Bisa aja kan si Naomi itu pakai penglaris makanya bisa rame banget gitu bejibun yang makan di sana," tuding ibu penjual soto ayam yang iri. "Ya nggak mungkin lah, ada ada aja masa pakai penglaris sih. Mbak Naomi jualannya laris manis ya karena dia itu orangnya ramah dan murah senyum," sahut ibu penjual nasi rames yang membela Naomi. "Makanya Bu, Ibu kalau mau jualan tuh jangan nyamain jualan orang lain dong. Kan Mbak Naomi duluan yang jualannya soto." "Suka suka saya dong mau jualan apa aja ya terserah saya lah, Bu. Modal juga pakai duit saya sendiri kok bukan minjem dari Ibu." "Ibu tuh dibilangin malah nggak terima. Kalau gitu jangan nuduh Naomi sembarangan dong!" Ibu penjual soto ayam melengos tak ingin mendengarkan omongan lawannya itu. Gengnya Arhan tiba di kantin yang membuat para siswa di sana menepi memberikan jalan pada mereka berempat. Mereka adalah Bara, Rifky dan Clara. "Mau pada makan apa nih?" tanya Bara. "Apa aja lah yang penting perut gua ke isi, dari pagi gua nggak sarapan," balas Rifky. "Sayang, aku mau makan bakso aja deh kamu beliin ya!" perintah Clara sambil bergelayut manja di pundaknya Arhan. "Aduh lu berdua kalau mau mesra-mesraan jangan di mari dah bikin mata gua sepet aja!" protes Bara yang terlihat kesal menyaksikan kemesraan antara Arhan dengan Clara. "Dih suka suka gue dong! Dari pada lu jomblo bangkotan ngenes nggak laku-laku!" sembur Clara pada Bara tepat sasaran. Bara lantas terdiam dan syok berat mendengarnya. Rifky menertawakan Bara. "Lu kalau ngomong tuh kira-kira dong, Ra. Tuh si Bara sampai syok berat gitu lu katain hahaha..." "Berisik lu berdua!" Arhan menatap tajam Bara dan Rifky bergantian membuat dua sohibnya itu terdiam seketika. Memang auranya Arhan semengerikan itu. Arhan mendatangi warung Naomi dan ia pun memesan bakso. "Minumnya apa?" tanya Naomi jutek. "Jus jeruk nipis sama kopi aja. Jangan pakai lama ok?" Naomi menghela napas mencoba untuk bersabar menghadapi bocah tampan yang suka seenaknya itu. Ya tadi bocah itu menyusup masuk ke dalam antrian agar bisa berada di antrian pertama paling depan. Pulang dari berjualan Naomi langsung berbaring di tempat tidurnya karena ia sangat kelelahan setelah seharian bekerja di kantin. Ia pun kemudian membuka ponselnya dan meluncur ke akun sosial media miliknya. [ A day in my life! Hi bestie, hari ini aku rencananya mau pergi ke pasar nih bareng suami aku. Ikuti terus ya keseruan kami! ] Naomi tersenyum sambil tengkurap, ia membayangkan jika seandainya ia sudah menikah ia akan mengajak suaminya untuk membuat konten seperti itu agar bisa menjadi selebgram atau semacamnya. Hidupnya pasti bahagia sekali menikah dan punya suami yang baik. "Naomi! Naomi kamu udah pulang kan? Sini kamu!" Naomi yang mendengar panggilan dari ibunya itu bergegas turun dari tempat tidurnya lalu ia keluar kamar untuk menemui ibunya itu. "Kamu tuh dipanggil lama banget sih keluarnya!" omel Bu Sukma ibunya Naomi. "Maaf, Ma. Aku kan tadi lagi tiduran abisnya capek banget." "Udah nih cepetan kamu bawain belanjaan Mama taruh di dapur!" "Iya, Ma." Naomi menuruti perintah ibunya itu. Ia membawa kantong plastik belanjaan ibunya yang isinya sayur mayur juga bumbu dapur itu lalu ia masukkan ke dalam kulkas. "Bikinin Mama teh anget ya!" "Iya, Ma." Sementara itu di lain tempat, tepatnya di rumah keluarga Aditya tampak Arhan dan Clara sedang mengobrol asyik di dalam kamar Arhan. Bahkan sesekali Arhan mencium pipi Clara dan Clara juga balas mencium pipi Arhan. Mau bagaimana lagi mereka memang saling menyayangi. "Sayang, liat deh video yang ini tuh gokil banget ya nggak sih? Kocak," ucap Clara sambil memperlihatkan sebuah video lucu kepada Arhan. Ia kemudian terkikik sendiri saking lucunya. "Kamu lah yang jauh lebih lucu," balas Arhan sambil mengelus rambut sebahu Clara. "Ih apaan sih kamu gombalnya nggak so sweet deh," sahut Clara sambil mencubit perut six pack Arhan lalu keduanya pun tertawa senang. Arhan saat ini hanya memakai kaus putih pendek juga celana bokser dan Clara juga memakai baju santai yaitu celana pendek putih dan kaos pink pendek. Tampilan Clara yang sangat santai seperti itu membuatnya terlihat seperti di rumahnya sendiri. Devi yaitu ibunya Arhan tak sengaja melihat kedua insan muda yang sedang bermesraan tersebut saat ia melewati kamar anaknya itu. Ia menutup mulutnya terkejut begitu melihat Arhan sedang mengecup kening Clara. "Mereka udah di luar batas, aku harus bilang lagi ke Mas Rangga nih. Aku videoin kelakuan mereka berdua terus aku mau ngasih liat ke Mas Rangga tentang kelakuan anaknya. Arhan udah nggak bisa ditoleransi begitu kok. Aku mau bilang sama Mas Rangga biar dia setuju sama rencana aku." Devi mulai merekam Arhan dan Clara yang malah saat itu mereka sedang berpelukan mesra. Setelah mengambil video Devi pun segera kembali ke kamarnya sendiri untuk bersiap ke kantor suaminya. Kembali ke rumahnya Naomi yang tampak asri karena dipenuhi dengan tumbuhan segar juga banyak berbagai macam bunga yang indah dan cantik. "Kamu harus secepatnya menikah, Naomi. Mama udah punya calon suami buat kamu!" Naomi terkejut mendengar permintaan dari ibunya itu. Menikah? Tiba-tiba begitu? "Ma, aku ini masih mau nikmatin hidupku sendiri. Aku mau nikah tapi bukan untuk sekarang, Ma," balas Naomi memelas. Hidupnya yang sekarang baik-baik saja dan ia ingin menikmati masa kesendiriannya dulu. Menurutnya pernikahan bukanlah main-main jadi ia harus benar-benar siap lahir batin untuk menerima pernikahannya dan juga suaminya nantinya. "Lagian aku juga masih muda kok." "Umur kamu itu udah kepala dua, udah mau dua empat masih muda gimana sih? Bukannya kamu tau sendiri kalau banyak temen-temen kamu yang udah pada nikah dan udah punya anak dua?" "Tapi, Ma..." "Nggak ada tapi tapian nggak ada alesan! Kamu harus nikah secepatnya Naomi!" "Tapi siapa calon suami aku, Ma? Mama aja sampai sekarang belum ngenalin ke aku kok." "Calon suami kamu itu Arhan anaknya Ibu Devi." Lagi dan lagi Naomi dibuat terkejut oleh ibunya sendiri. Apa? Arhan? Arhan bocah SMA yang berandalan dan hobi tawuran itu? Arhan yang itu? Ia sampai syok dan wajahnya pucat pasi. "Iya, Naomi. Arhan yang kamu kenal lah, siapa lagi." Sukma dengan santainya berkata seperti itu.

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
188.7K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
30.5K
bc

TERNODA

read
198.8K
bc

B̶u̶k̶a̶n̶ Pacar Pura-Pura

read
155.8K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
233.8K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
60.4K
bc

My Secret Little Wife

read
132.1K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook