Persiapan acara makan malam keluarga Walls.

1197 Words
Di kediaman Walls siang ini terlihat cukup sibuk dengan berbagai aktifitas para pelayan masing-masing untuk mempersiapkan acara makan malam nanti malam. Tuan Jack yang baru saja menerima telpon dari Kakek Manuel terlihat begitu senang keluar dari dalam ruangan kerjanya. "Natan?" panggilnya beberapa kali dan tak lama berselang Natan muncul berjalan menghampiri Tuan Jack. "Ada apa, Pa?" tanya Natan bingung. "Malam ini keluarga Martin akan datang makan malam dan Anzhu akan ikut." jawab Tuan Jack membuat Natan sedikit terkejut pasalnya selama tiga bulan ini sangat sulit baginya bertemu Anzhu karena gadis itu punya seribu cara untuk menghindarinya jadi saat Tuan Jack mengatakan Anzhu datang otomati itu membuat Natan sedikit terkejut. "Pergila ke toko kue flowers, Anzhu sangat menyukai chocolate cake dan manggo cake buatan toko itu." titah Tuan Jack dan Natan hanya mengangguk sebelum kemudian berlalu pergi untuk membeli cake itu. Sementara itu dikediaman Martin terlihat seperti hari biasanya tak ada kesibukan seperti di kediaman Walls. "Anzhu?!" Panggil Kakek Manuel seraya berjalan menuju ruang keluarga membuat Anzhu yang saag itu duduk di sofa tersentak bangun. "Iya Kek?" Jawab Anzhu. "Tolong bantu Kakek, pergi ke toko green mengambil teh pesanan Kakek di toko itu." ucap Kakek Manuel. "Toko Green?" gumam Anzhu agak bingung dengan lokasi toko itu. "Toko itu persis berada di samping kiri toko kue flower kesukaanmu." ucap Kakek Manuel membuat Anzhu segera mengangguk dengan semangat begitu mengetahui letak toko green itu. "Baiklah, aku akan pergi mengambilnya sekarang." ucap Anzhu kemudian berlalu pergi. **** Beberapa lama diperjalanan akhirnya Anzhu tiba di depan toko green, Anzhu segera keluar dari dalam mobilnya lalu berjalan hendak masuk dalam toko green namun langkah Anzhu terhenti ketika melihat lelaki yang sangat dikenalnya kini sedang berjalan hendak masuk ke dalan toko kue flower. Anzhu kembali mengingat kejadian diatas tembok rumah sakit saat ia berniat kabur saat itu, dengan spontan Anzhu menunjuk kearah Natan yang saat itu sedang berjalan memasuki toko kue flower. "Dia lelaki yang menyebalkan waktu itu." Ucap Anzhu seraya berjalan mendekati Natan diarea teras toko kue flower. Natan terlonjak kaget saat tiba-tiba sosok Anzhu muncul seperti hantu di depannya dengan wajah seram dan sangar. "Astaga!" Ucap Natan refleks saat Anzhu muncul "Kau?!" Pekik Natan begitu mengenali sosok Anzhu adalah sosok gadis yang nyaris kabur di rumah sakit kemarin. "Hallo?" Ucap Anzhu menyapa wajahnya tersenyum ramah tapi entah mengapa Natan justru merasa terancam akan senyuman itu. "Apa yang kau lakukan disini?" tanya Natan namun Anzhu tak menjawab ia justru mengambil kuda-kuda untuk menendang kemudian Bukkkl!... Dengan sangat keras Anzhu menendang bagian tulang kering Natan membuat Natan langsung spontan membungkuk memegangi kakinya yang baru saja ditendang sembari merintih kesakitan. "Di rumah sakit kemarin aku sudah katakan padamu bahwa aku mengingat betul wajahmu dan aku akan membalas dendam jika bertemu lagi dan inilah waktunya." Ucap Anzhu dengan nada puas. Natan berdiri tegak hendak menangkap Anzhu namun gagal karena rasa sakit di kakinya akan semakin menyengat ketika ia berusaha meluruskan kakinya. "Rasakan, Kau. Weeelllkkk!" ucap Anzhu seraya menjulurkan lidahnya untuk mengejek kemudian berlalu pergi tanpa rasa bersalah sedikitpun. "Awas saja kau!" Erang Natan kesal. Disaat Natan mengerang kesakitan Anzhu justru melenggang masuk ke toko green mengambil teh pesanan Kakeknya lalu kembali masuk mobil kemudian pergi dengan perasaan puas karena berhasil membalaskan dendamnya. **** Anzhu yang saat itu berada di kamarnya setelah pulang mengambil teh kini terlihat berdiri termenung menatap beberapa gaun formal yang tersusun rapi diatas tempat tidurnya sebelum suara ketukan pintu mencuri perhatian Anzhu. "Masuk," Anzhu mempersilahkan orang yang mengetuk pintu itu masuk dalam kamarnya tak lama berselang sosok wanita yang tak perna dikenalnya muncul di dalam kamarnya. Wanita asing itu memegang tas yang sering dibawa oleh seorang make up artis profesional. "Maaf anda siapa?" tanya Anzhu sopan namun tidak menghilangkan nada bingung disuaranya. Wanita asing itu membungkuk tanda hormat lalu berkata "Aku yang bertugas untuk merias anda Nona." "Merias?" gumam Anzhu bingung "Apa perlu riasan segala padahal cuman pergi untuk acara makan malam saja." pikir Anzhu. "Kau duduk dulu disana." ucap Anzhu seraya menunjuk kearah sofa yang berada disudut ruangan kamarnya "Aku akan segera kembali." Lanjut Anzhu kemudian berlari kecil meninggalkan kamarnya. "Ma?" panggil Anzhu seraya menuruni anak tangga membuat Tuan Luis dan Nyonya Sisi yang berada di ruang keluarga segera menatap kearah Anzhu. "Kenapa belum siap-siap sayang?" tanya Nyonya Sisi bingung melihat penampilan Anzhu yang sangat jauh dari kata siap untuk menghadiri acara makan malam itu. "Ma.. Apa harus dirias segala?" tanya Anzhu. "Harus.." Jawab Nyonya Sisi tegas "Sekarang kembali ke kamarmu dan biarkan Make up artis itu meriasmu." titah Nyonya Sisi membuat Anzhu hanya dapat menurut meski terasa berat. *** Dalam kamar, Anzhu sudah duduk manis di depan kaca nakasnya, Anzhu terlihat sesekali akan memundurkan wajahnya kebelakang saat penata rias itu hendak mengoleskan make up padanya. Penata rias itu tersenyum melihat Anzhu yang merasa tak nyaman saat ia hendak mengoleskan pondation pada wajahnya. "Apa ini pertama kalinya anda menggunakan make up Nona?" tanya Penata rias itu ramah. Membuat Anzhu segera mengangguk membenarkan. "Iya ini pertama kalinya, biasanya aku hanya akan mengenakan skincare saja." jawab Anzhu. Sambil berbincang ringan penata rias itu sambil melaksanakan tugasnya hingga tak terasa akhirnya Anzhu sudah selsai di make up tinggal satu sentuhan terakhir saja. "Apa itu?" tanya Anzhu dengan wajah terkejut sembari menghindari tangan si penata rias. "Ini bulu mata paslu, Nona." jawab si penata rias. "Untuk apa menggunakan bulu mata palsu, aku memiliki bulu mata asli sendiri." Ucap Anzhu "Ada yang asli kenapa pake yang palsu." gumam Anzhu kembali. Penata rias itu tak menggubris keluhan-keluhan kecil Anzhu, ia segera mengenakan bulu mata palsu itu di kelopak mata Anzhu meski gadis itu terus melakukan protes. "Apa sudah selsai?" tanya Anzhu "Sebentar lagi Nona." jawab si penata rias sembari merapihkan letak bulu mata palsu yang ditempelkannya itu. "Sudah!" seru si penata rias membuat Anzhu langsung segera membuka matanya. Anzhu terkejut mendapati pelukup matanya seakan tertarik kencang dengan rasa yang begitu gatal dibagian pelukup mata bagian atasnya hal itu langsung membuat mata Anzhu sedikit berair. Anzhu mengerjap-ngerjapkan matanya berkali-kali berusaha menyingkirkan rasa tidak nyaman dipelukup matanya namun semakin dia mengerjapkan matanya semakin rasa tak nyaman itu muncul. "Ini rasanya sangat tidak nyaman, mataku seakan tertarik kencang kebelakang dan juga rasanya sangat gatal." ucap Anzhu seraya menggerakan tangannya hendak menyingkirkan bulu mata yang menempel erat dipelukup matanya itu. Penata rias itu dengan cepat mencekal tangan Anzhu sambil berkata "Tidak afdol rasanya kalau make up tapi tidak pake bulu mata palsu Nona." "Tapi ini benar-benar tidak nyaman." balas Anzhu. "Bertahanlah Nona, sebentar lagi pasti anda akan terbiasa." sahut si penata rias. "Silahkan kenakan sepatu anda Nona." ucap si penata rias seraya menyodorkan sebuah sepatu heels berwarna hitam. "Ku rasa Mamaku berniat mencelakaiku dengan menyuruhku menggunakan heels itu." gumam Anzhu namun dengan berat hati Anzhu segera menggunakan heels itu. Tak beberapa lama sosok Nyonya Sisi muncul "Apa sudah selsai?" tanyanya menyerobot. "Sudah Nyonya." jawab penata rias itu. Anzhupun bangkit dari duduknya, gadis itu begitu elegan dengan dress berwarna navy dan Heels hitamnya. "kau sunggu sangat cantik anakku." seru Nyonya Sisi merasa kagum akan kecantikan anaknya. Make up ala korean style, rambut dicapol keatas degan sebagian poni dibiarkan tergerai telah merubah Anzhu menjadi gadis yang feminim dan elegant "Ayo kita pergi sekarang, kita sudah sedikit telat." ajaknya sembari menggandeng tangan milik Anzhu. Bersambung!...
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD