Iya mas Ansel hehehe ... kalau begitu saya kembali ke dapur dulu."
Terdengar hentakkan pelan sepatu heelsnya membuat Ansel tertuju ke sumber suara, ternyata dia melihat Bunga baru turun tangga sambil berjalan pelan, dia sangat terlihat anggun sekali sampai membuat aku terlihat terlihat terlihat terlihat terlihat.
Kenapa, ada yang aneh dariku? Tanya Bunga yang tiba-tiba berhenti melangkahkan kakinya yang tiba-tiba tidak merasakan diri.
Pelan-pelan Bunga ini pertama kali aku memakai Sepatu hak tinggi ini, jadi harap tidak ada masalah membuat aku malu. Tiba-tiba Bunga baru ingin menurunkan kakinya dari anak tangga dia terjatuh dengan cepat dia langsung menangkap tubuh Bunga, begitu mesra bagaimana "Bunga, apa kamu tidak apa-apa?"
Bunga membulatkan mata dan terkejut lalu wanita itu memandang wajah Ansel yang sangat tampan, jantungnya berdebar kencang membuat dia tidak menahan menahannya. Apa aku bermimpi sampai sedekat ini dengan Ansel, tidak kuasa aku menahan saat dia mendekap tubuhku, Ansel kau membuat aku gila kali ini, ketampatanmu yang tidak ada yang mengalahkan. Tatapan itu membuat wajah wanita tersebut memerah seperti tomat yang tidak menentu.
Bunga membulatkan mata dan terkejut lalu wanita itu memandang wajah Ansel yang sangat tampan, jantungnya berdebar kencang membuat dia tidak menahan menahannya. Apa aku bermimpi sampai sedekat ini dengan Ansel, tidak kuasa aku menahan saat dia mendekap tubuhku, Ansel kau membuat aku gila kali ini, ketampananmu yang tidak ada yang mengalahkan. Tatapan itu membuat wajah wanita tersebut memerah seperti tomat yang tidak menentu.
Bunga!
"Hah .... maaf."
Lalu Ansel tersenyum dan memandangi wajah Bunga, "Hm ... oke baiklah, ayo ... kita pergi sekarang."
"I ... iya ..."
Asisten rumah tangga Bunga melihat saat mereka terhubung dua sejoli yang lagi jatuh cinta, "Mbak, mas ... selamat bersenang-senang hehe ..." sahut Asisten Rumah tangganya.
Ansel langsung mengancungkan jempol sambil tersenyum manis.
Saat dalam perjalanan itu Ansel dengarkan bisik kan yang membuat dia tidak nyaman "Ansel ... dia gadis lugu, mudah saja kau mempermainkannya ..."
"Ansel, dia sangat baik untukmu ...."
Tiba-tiba Ansel berteriak dengan kencang, "Berhenti !!! aku tidak ingin mendengarkan itu. Pergi sekarang !!!"
Bunga terkejut Dan memandangi Wajah Ansel Yang seperti orang ingin kerasukan Saja, 'Ansel Kau kenapa, apa kamu sedang tidak baik?'
"Hm ... maaf, sudah lupakan saja aku tidak ingin membahasnya."
Bunga menganggukkan kepalanya dan dia melajukan mobil yang kencang yang di kendarai, Wanita itu terkejut dan ketakutan, "Ansel !!! berhenti sekarang, aku takut!"
Ansel tidak pernah menghiraukan ucapan Bunga yang seperti orang ketakutan, lalu bunga mengancam untuk membuka pintu ingin terjun keluar dari mobil ini. "Jika kau tidak memberhentikan laju mobil ini, aku akan memenuhi diriku agar kau puas!"
Bunyi rem mobil Ansel terdengar suara nyering sampai membuat sakit telinga, saat dia memberhentikan mobil itu membuat Bunga terbentur, "Aw ... sakit!"
Ansel memandang ke depan jalan dan dia tersadar secara perlahan-lahan pria itu menoleh ke arah Bunga yang kesakitan sambil memegang sebuah kepala yang terbentur ini, perasaan cemas yang terlihat dari raut wajah Ansel, lalu dia berusaha membuat Bunga tenang, "Bunga ... maafkan aku, aku sangat mabuk. "
" Aduhh ... sudah! Ini sakit sekali. "