-25-

1241 Words

Dengan punggung bersandar, untuk kesekian kali aku membuang nafas berat. Sumpah, aku malu luar biasa hari ini! Waktu turun sarapan pagi tadi, aku nggak berani lihat Papa. Bahkan tiap kali beliau berdehem, jantungku rasanya mau copot. Cakra sampe bolak-balik nanyain apa aku sakit? Soalnya dia bilang mukaku semerah tomat. Saking malunya, aku juga nyuekin Mas Abhi pas pamit. Maksudku, aku juga nggak berani lihat mukanya. Kalo aja aku nggak bales ciumannya tadi, mungkin sikapku ke dia beda lagi. Untungnya siang ini dia nggak datang ke kantor, kalau nggak, mungkin aku bakal minta semua orang berbohong dan bilang aku lagi keluar karena nggak mau ketemu Mas Abhi. Ketukan di kaca samping kanan, bikin aku tersadar dan langsung melepas seatbelt sebelum buka pintu. "Assalamu'alaikum," sapaku p

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD