Hari kedua

1186 Words
Sophia bangun pagi-pagi sekali, merasa sedikit tegang karena hari pertamanya sebagai sekretaris Alexander berjalan dengan sangat baik. Dia tidak ingin membuat kesalahan apa pun pada hari keduanya. Setelah mandi dan sarapan, Sophia berangkat ke kantor. Dia tiba di kantor sekitar pukul 8 pagi dan langsung menuju ke ruang kerjanya. Saat dia masuk ke ruang kerjanya, Sophia melihat Alexander sudah ada di sana, menatap komputernya dengan ekspresi yang serius. "Pagi, Sophia," kata Alexander tanpa menatapnya. Sophia tersenyum. "Pagi, Pak." Alexander menatap Sophia dan memberikan instruksi tentang apa yang harus dilakukan pada hari itu. Sophia mendengarkan dengan saksama dan mencatat instruksi tersebut. Setelah Alexander selesai memberikan instruksi, Sophia mulai bekerja pada tugas-tugas yang telah diberikan kepadanya. Dia bekerja dengan sangat fokus dan tidak melewatkan satu detail pun. Namun, saat Sophia sedang bekerja, dia mendengar bisikan dari salah satu rekan kerjanya, Rachel. "Sophia, kamu harus berhati-hati," kata Rachel dengan suara pelan. "Alexander tidak seperti yang kamu pikirkan. Dia memiliki sisi gelap yang tidak kamu ketahui." Sophia merasa sedikit terkejut dengan kata-kata Rachel. Dia tidak tahu apa yang dimaksudkan oleh Rachel, tapi dia merasa sedikit khawatir. "Apa yang kamu maksudkan?" tanya Sophia dengan suara pelan. Rachel menatap Sophia dengan mata yang serius. "Alexander memiliki banyak musuh di perusahaan ini. Dan jika kamu tidak berhati-hati, kamu bisa menjadi korban berikutnya." Sophia merasa sedikit terkejut dengan kata-kata Rachel. Dia tidak tahu apa yang harus dilakukan, tapi dia merasa sedikit khawatir tentang keselamatannya sendiri. Sophia merasa sedikit terkejut dengan kata-kata Rachel. Dia tidak tahu apa yang harus dilakukan, tapi dia merasa sedikit khawatir tentang keselamatannya sendiri. "Saya tidak mengerti apa yang kamu maksudkan," kata Sophia dengan suara pelan. Rachel menatap Sophia dengan mata yang serius. "Saya hanya ingin mengingatkan kamu untuk berhati-hati. Alexander tidak seperti yang kamu pikirkan. Dia memiliki banyak rahasia yang tidak kamu ketahui." Sophia merasa sedikit penasaran dengan kata-kata Rachel. Dia ingin tahu apa yang dimaksudkan oleh Rachel, tapi dia tidak ingin menanyakan terlalu banyak. "Tapi apa yang harus saya lakukan?" tanya Sophia dengan suara pelan. Rachel menatap Sophia dengan mata yang serius. "Saya hanya ingin mengingatkan kamu untuk berhati-hati. Jangan terlalu percaya pada Alexander. Dia memiliki banyak musuh di perusahaan ini." Sophia merasa sedikit khawatir dengan kata-kata Rachel. Dia tidak tahu apa yang harus dilakukan, tapi dia merasa sedikit lebih waspada. Tiba-tiba, Alexander memanggil Sophia ke ruang kerjanya. Sophia merasa sedikit tegang, tapi dia berjalan ke ruang kerja Alexander dengan percaya diri. "Apa yang bisa saya lakukan untuk Anda, Pak?" tanya Sophia dengan suara percaya diri. Alexander menatap Sophia dengan mata yang serius. "Saya ingin Anda melakukan tugas yang sangat penting untuk saya. Saya ingin Anda menginvestigasi tentang salah satu proyek perusahaan kami." Alexander menyerahkan sebuah folder kepada Sophia. "Semua informasi tentang proyek tersebut ada di dalam folder ini. Saya ingin Anda menemukan apa yang sebenarnya terjadi dengan proyek tersebut." Sophia menerima folder tersebut dan membukaanya. Dia melihat beberapa dokumen dan foto yang terlihat sangat penting. "Baik, Pak," kata Sophia. "Saya akan segera memulai investigasi ini." Alexander menatap Sophia dengan mata yang serius. "Saya ingin Anda berhati-hati, Sophia. Proyek tersebut sangat penting dan ada banyak orang yang ingin menghentikannya." Sophia merasa sedikit tegang, tapi dia mengangguk. "Baik, Pak. Saya akan berhati-hati." Alexander menatap Sophia dengan mata yang serius. "Saya percaya pada Anda, Sophia. Saya tahu Anda dapat melakukan pekerjaan yang sangat baik." Sophia merasa sedikit bangga dengan kata-kata Alexander. Dia merasa bahwa dia telah memenangkan kepercayaan Alexander. Tiba-tiba, telepon di meja Alexander berdering. Alexander menjawab telepon tersebut dan berbicara dengan seseorang. "Saya tidak bisa berbicara sekarang," kata Alexander. "Saya sedang sibuk dengan proyek yang sangat penting." Sophia melihat Alexander berbicara dengan seseorang dan merasa sedikit penasaran. Siapa yang sedang berbicara dengan Alexander? Alexander menutup telepon dan menatap Sophia dengan mata yang serius. "Saya harus pergi ke pertemuan yang sangat penting. Saya ingin Anda menunggu saya di sini dan meneruskan investigasi tentang proyek tersebut." Sophia mengangguk. "Baik, Pak. Saya akan menunggu Anda di sini." Alexander berdiri dan berjalan ke arah pintu. "Saya akan kembali secepatnya. Jangan lupa untuk berhati-hati." Sophia mengangguk dan menatap Alexander berjalan keluar dari ruang kerja. Dia merasa sedikit sendirian dan tidak sabar menunggu Alexander kembali. Saat Sophia menunggu, dia memutuskan untuk memulai investigasi tentang proyek tersebut. Dia membuka folder yang diberikan oleh Alexander dan mulai membaca dokumen-dokumen yang ada di dalamnya. Tiba-tiba, Sophia mendengar suara pintu ruang kerja terbuka. Dia menatap ke arah pintu dan melihat seorang wanita cantik berdiri di sana. "Selamat pagi," kata wanita tersebut dengan senyum. "Saya adalah Rachel, asisten pribadi Alexander." Sophia merasa sedikit terkejut dengan kedatangan Rachel. Dia tidak tahu apa yang Rachel ingin lakukan di sana. Rachel berjalan masuk ke ruang kerja dan menatap Sophia dengan mata yang tajam. "Saya dengar kamu sedang melakukan investigasi tentang proyek tersebut," kata Rachel. Sophia merasa sedikit tidak nyaman dengan pertanyaan Rachel. "Ya, saya sedang melakukan investigasi," jawab Sophia. Rachel tersenyum. "Saya ingin membantu kamu. Saya memiliki beberapa informasi yang mungkin berguna untuk investigasi kamu." Sophia merasa sedikit penasaran dengan informasi yang Rachel miliki. "Apa informasi yang kamu miliki?" tanya Sophia. Rachel duduk di kursi yang ada di depan meja Sophia. "Saya memiliki beberapa dokumen yang menunjukkan bahwa proyek tersebut memiliki beberapa masalah yang serius," kata Rachel. Sophia merasa sedikit terkejut dengan informasi yang Rachel berikan. "Apa masalah yang kamu maksudkan?" tanya Sophia. Rachel menatap Sophia dengan mata yang serius. "Saya tidak bisa memberitahu kamu secara detail. Tapi saya bisa memberitahu kamu bahwa proyek tersebut memiliki beberapa masalah yang terkait dengan keuangan dan korupsi." Sophia merasa sedikit terkejut dengan informasi yang Rachel berikan. Dia tidak tahu apa yang harus dilakukan dengan informasi tersebut. "Tapi mengapa kamu memberitahu saya tentang hal ini?" tanya Sophia. Rachel menatap Sophia dengan mata yang tajam. "Saya ingin membantu kamu karena saya tahu bahwa kamu adalah orang yang jujur dan memiliki integritas yang tinggi," kata Rachel. Sophia merasa sedikit terharu dengan kata-kata Rachel. Dia tidak tahu bahwa Rachel memiliki pandangan yang baik tentang dirinya. "Tapi apa yang harus saya lakukan dengan informasi ini?" tanya Sophia. Rachel menatap Sophia dengan mata yang serius. "Saya ingin kamu untuk menyelidiki lebih lanjut tentang proyek tersebut dan mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi," kata Rachel. Sophia mengangguk. "Baik, saya akan melakukannya," kata Sophia. Rachel tersenyum. "Saya percaya pada kamu, Sophia. Saya tahu bahwa kamu dapat melakukan pekerjaan yang sangat baik." Sophia merasa sedikit lebih percaya diri setelah mendengar kata-kata Rachel. Dia memutuskan untuk segera memulai penyelidikan tentang proyek tersebut. "Saya akan memulai penyelidikan sekarang juga," kata Sophia kepada Rachel. Rachel mengangguk. "Saya akan membantu kamu jika kamu membutuhkan," kata Rachel. Sophia tersenyum. "Terima kasih, Rachel. Saya sangat menghargai bantuan kamu." Rachel berdiri dan berjalan ke arah pintu. "Saya harus pergi sekarang. Tapi saya akan kembali untuk membantu kamu jika kamu membutuhkan." Sophia mengangguk. "Baik, Rachel. Terima kasih lagi." Setelah Rachel pergi, Sophia memulai penyelidikan tentang proyek tersebut. Dia membuka dokumen-dokumen yang diberikan oleh Rachel dan mulai membaca. Saat dia membaca, Sophia menemukan beberapa hal yang tidak biasa. Dia menemukan bahwa proyek tersebut memiliki beberapa kontrak yang tidak jelas dan beberapa transaksi keuangan yang tidak biasa. Sophia merasa sedikit curiga. Dia tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, tapi dia tahu bahwa dia harus terus menyelidiki.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD