Penyelidikan Yang Semakin Dalam

1107 Words
Sophia terus menyelidiki proyek tersebut, mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Dia menghabiskan waktu berjam-jam untuk membaca dokumen-dokumen dan menganalisis data. Saat dia sedang menyelidiki, Sophia mendengar suara pintu ruang kerjanya terbuka. Dia menatap ke arah pintu dan melihat Alexander berdiri di sana. "Sophia, saya ingin berbicara dengan kamu tentang proyek tersebut," kata Alexander dengan suara yang serius. Sophia merasa sedikit tegang. Dia tidak tahu apa yang Alexander ingin bicarakan tentang proyek tersebut. "Baik, Pak," kata Sophia. "Saya siap mendengarkan." Alexander berjalan masuk ke ruang kerja Sophia dan duduk di kursi yang ada di depan meja Sophia. "Saya tahu kamu telah menyelidiki proyek tersebut," kata Alexander. "Saya ingin tahu apa yang kamu temukan." Sophia merasa sedikit curiga. Dia tidak tahu apa yang Alexander ingin tahu tentang penyelidikannya. "Saya belum menemukan apa-apa yang signifikan, Pak," kata Sophia dengan suara yang hati-hati. Alexander menatap Sophia dengan mata yang tajam. "Saya tidak percaya kamu, Sophia," kata Alexander. "Saya tahu kamu telah menemukan sesuatu yang penting." Sophia merasa sedikit terkejut. Dia tidak tahu bagaimana Alexander tahu tentang penyelidikannya. "Apa yang kamu ingin tahu, Pak?" tanya Sophia dengan suara yang hati-hati. Alexander menatap Sophia dengan mata yang tajam. "Saya ingin tahu apa yang kamu temukan tentang proyek tersebut," kata Alexander. "Dan saya ingin tahu apa yang kamu rencanakan untuk dilakukan dengan informasi tersebut." Sophia merasa sedikit terjepit. Dia tidak tahu apa yang harus dilakukan. Sophia merasa sedikit terjepit. Dia tidak tahu apa yang harus dilakukan. Dia tidak ingin memberitahu Alexander tentang penyelidikannya, tapi dia juga tidak ingin membuat Alexander curiga. "Saya... saya tidak tahu apa yang kamu maksudkan, Pak," kata Sophia dengan suara yang hati-hati. Alexander menatap Sophia dengan mata yang tajam. "Jangan berbohong pada saya, Sophia," kata Alexander. "Saya tahu kamu telah menemukan sesuatu yang penting. Dan saya ingin tahu apa itu." Sophia merasa sedikit terkejut. Dia tidak tahu bagaimana Alexander tahu tentang penyelidikannya. Dia merasa sedikit takut, tapi dia juga merasa sedikit marah. "Saya tidak berbohong pada kamu, Pak," kata Sophia dengan suara yang lebih keras. "Saya hanya tidak tahu apa yang kamu maksudkan." Alexander menatap Sophia dengan mata yang tajam. "Baik, Sophia," kata Alexander. "Saya akan memberi kamu kesempatan untuk memberitahu saya apa yang kamu temukan. Tapi jika kamu tidak memberitahu saya, saya akan membuat kamu menyesal." Sophia merasa sedikit terkejut. Dia tidak tahu apa yang Alexander ingin lakukan. Dia merasa sedikit takut, tapi dia juga merasa sedikit marah. "Saya tidak takut pada kamu, Pak," kata Sophia dengan suara yang lebih keras. "Saya akan melakukan apa yang saya pikirkan benar." Alexander menatap Sophia dengan mata yang tajam. "Baik, Sophia," kata Alexander. "Saya akan melihat apa yang kamu lakukan." Alexander berdiri dan berjalan ke arah pintu. "Saya harap kamu membuat keputusan yang tepat, Sophia," kata Alexander sebelum keluar dari ruang kerja. Sophia merasa sedikit lega setelah Alexander keluar dari ruang kerja. Dia merasa sedikit takut dengan ancaman Alexander, tapi dia juga merasa sedikit marah karena Alexander tidak percaya padanya. Sophia memutuskan untuk melanjutkan penyelidikannya tentang proyek tersebut. Dia merasa bahwa dia harus menemukan kebenaran tentang proyek tersebut dan membuktikan bahwa Alexander salah. Saat Sophia sedang menyelidiki, dia mendengar suara pintu ruang kerjanya terbuka. Dia menatap ke arah pintu dan melihat Rachel berdiri di sana. "Sophia, saya ingin berbicara dengan kamu tentang Alexander," kata Rachel dengan suara yang pelan. Sophia merasa sedikit penasaran. "Apa yang kamu ingin bicarakan tentang Alexander?" tanya Sophia. Rachel berjalan masuk ke ruang kerja dan duduk di kursi yang ada di depan meja Sophia. "Saya ingin memberitahu kamu bahwa Alexander tidak seperti yang kamu pikirkan," kata Rachel. "Dia memiliki rahasia yang sangat besar dan saya pikir kamu harus tahu tentang hal itu." Sophia merasa sedikit penasaran. "Apa rahasia yang kamu maksudkan?" tanya Sophia. Rachel menatap Sophia dengan mata yang serius. "Alexander memiliki hubungan yang sangat dekat dengan salah satu pejabat tinggi di perusahaan ini," kata Rachel. "Dan saya pikir hubungan itu tidak biasa." Sophia merasa sedikit terkejut. "Apa yang kamu maksudkan dengan tidak biasa?" tanya Sophia. Rachel menatap Sophia dengan mata yang serius. "Saya pikir Alexander memiliki hubungan yang romantis dengan pejabat tinggi itu," kata Rachel. "Dan saya pikir itu adalah alasan mengapa Alexander memiliki kekuasaan yang sangat besar di perusahaan ini." Sophia merasa sedikit terkejut. Dia tidak tahu apa yang harus dilakukan dengan informasi tersebut. Dia merasa sedikit takut, tapi dia juga merasa sedikit marah. "Saya tidak percaya kamu," kata Sophia. "Alexander tidak seperti itu." Rachel menatap Sophia dengan mata yang serius. "Saya tidak berbohong, Sophia," kata Rachel. "Saya hanya ingin memberitahu kamu kebenaran tentang Alexander." Sophia merasa sedikit bingung. Dia tidak tahu apa yang harus dilakukan dengan informasi tersebut. Dia merasa sedikit takut, tapi dia juga merasa sedikit marah. Sophia memutuskan untuk menyelidiki lebih lanjut tentang hubungan Alexander dengan pejabat tinggi di perusahaan itu. Dia meminta Rachel untuk memberikan lebih banyak informasi tentang pejabat tinggi itu. Rachel memberikan Sophia sebuah nama dan alamat email pejabat tinggi itu. Sophia memutuskan untuk mengirim email ke pejabat tinggi itu dan meminta pertemuan untuk membicarakan tentang proyek tersebut. Saat Sophia sedang menulis email, dia mendengar suara pintu ruang kerjanya terbuka. Dia menatap ke arah pintu dan melihat Alexander berdiri di sana. "Sophia, saya ingin berbicara dengan kamu tentang proyek tersebut," kata Alexander dengan suara yang serius. Sophia merasa sedikit tegang. Dia tidak tahu apa yang Alexander ingin bicarakan tentang proyek tersebut. "Baik, Pak," kata Sophia. "Saya siap mendengarkan." Alexander berjalan masuk ke ruang kerja dan duduk di kursi yang ada di depan meja Sophia. "Saya ingin memberitahu kamu bahwa saya telah menerima laporan tentang penyelidikan kamu," kata Alexander. "Dan saya tidak senang dengan apa yang saya dengar." Sophia merasa sedikit takut. Dia tidak tahu apa yang Alexander ingin lakukan. "Saya tidak mengerti apa yang kamu maksudkan, Pak," kata Sophia dengan suara yang hati-hati. Alexander menatap Sophia dengan mata yang tajam. "Saya maksudkan bahwa saya tidak senang dengan penyelidikan kamu tentang proyek tersebut," kata Alexander. "Saya pikir kamu telah melanggar batas-batas yang telah ditetapkan." Sophia merasa sedikit terkejut. Dia tidak tahu apa yang Alexander ingin lakukan. "Saya hanya ingin menemukan kebenaran tentang proyek tersebut, Pak," kata Sophia dengan suara yang hati-hati. Alexander menatap Sophia dengan mata yang tajam. "Saya tidak percaya kamu, Sophia," kata Alexander. "Saya pikir kamu memiliki motif yang lain." Sophia merasa sedikit marah. Dia tidak tahu apa yang Alexander ingin bicarakan tentang motifnya. "Saya tidak memiliki motif yang lain, Pak," kata Sophia dengan suara yang lebih keras. "Saya hanya ingin menemukan kebenaran tentang proyek tersebut." Alexander menatap Sophia dengan mata yang tajam. "Baik, Sophia," kata Alexander. "Saya akan memberi kamu kesempatan untuk membuktikan diri kamu. Tapi jika kamu gagal, kamu akan menghadapi konsekuensi yang serius." Sophia merasa sedikit takut. Dia tidak tahu apa yang Alexander ingin lakukan.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD