Episode 6

2024 Words
Agra mendengar cerita Zanna itu langsung tertarik. Ia seakan merasa iba pada Zanna. "Orangtua kamu?" tanya Agra. Zanna mengangguk melirik Agra dengan tatapan sedih. Agra hanya terbelalak terdiam. Zanna lalu berdiri dan mengingat masa lalu yang kelam itu. Ia terlihat murung mengingat itu seraya terus berjalan menjauh dari Agra. "Kamu cerita aja sama aku," ucap Agra seraya berdiri juga mendekatinya. Zanna berbalik kearahnya. Zanna terlihat sedih sekarang. "Zanna, mulai sekarang. Kamu jangan takut, aku akan sedia menemani kamu. Juga melindungi kamu dari manusia yang punya niat jahat sama kamu," kata Agra. Laki-laki itu menatapnya penuh keyakinan mengerutkan alisnya. Zanna benar-benar tidak menyangka bisa bertemu dengan manusia sebaik dirinya. Zanna terus menatapnya terdiam seraya berkaca-kaca. Agra tersenyum tipis padanya. "Terimakasih," ucap Zanna membalas senyumannya. Agra senang melihatnya. "Oke, kalau kamu pengen balik ke tempat asalmu sekarang. Aku antarkan," ucap Agra. Zanna menunduk merenung. Akhirnya Agra mengantarkannya kembali ke taman puncak itu. "Kamu tau, tempat ini baru saja di jabah manusia. Maka dari itu, aku kemarin gak sengaja nemuin kamu tergeletak di tengah hutan sendirian tak sadarkan diri kayak gitu, jadi aku tolong dan bawa kamu ke rumah sakit," ucap Agra. "Kamu, dulu udah tau aku ada di dunia ini?" tanya Zanna polos. Agra mengerutkan alisnya menengok ke arahnya. Dia tertawa. "Sebenarnya aku gak percaya ada makhluk seperti kamu di dunia ini. Tapi, semenjak ketemu aku percaya," jawab Agra. Zanna terlihat merasa lucu juga padanya. Kini mereka berhenti di tengah lapangan luas itu. Agra membiarkan Zanna keluar sekarang. Zanna tersenyum pada Agra. Agra seakan salah tingkah karenanya. "Aku benar-benar gak nyangka, bisa ketemu sama makhluk yang baik seperti kamu," ucap Agra tersenyum. Zanna terlihat malu di pujinya. "Baik Zanna, selamat kembali ke tempat asalmu. Aku harap pertemuan kita ini menjadi sejarah dalam hidupku," ucap Agra yang membayangkan ini adalah pertemuan terakhirnya bersama Zanna. Zanna masih belum mau bicara kalau sebenarnya ia sangat bosan hidup di hutan juga kuil. Sebenarnya ia ingin hidup berdampingan dengan manusia agar memiliki teman, dan sekarang ia mendapatkan teman itu. Namun, ia masih memendam keinginannya itu pada Agra. "Iya, aku juga Gra. Tapi aku ingin, kita bisa bertemu lagi nantinya," jawab Zanna. Agra sungguh tak menyangka. Namun, tiba-tiba ada seekor Elang di atas yang berkicau nyaring dengan gagahnya. Zanna yang memang takut dengan Elang karena pernah mencengkramnya langsung berlari ketakutan ke arah Agra. Agra juga spontan membalas memeluknya. Kini mereka saling berpelukan tak sengaja. Zanna yang masih ketakutan itu semakin mempererat pelukannya pada Agra. Agra terdiam seketika mematung kaku merasakan hal itu. Dia mencoba melirik Zanna dengan gugup. Zanna yang sudah tak mendengar kicauan Elang itu juga menengok ke atas memastikannya. Ia terlihat senang dan barulah tersadar bahwa ia tak sengaja memeluk laki-laki tampan itu. Kini Zanna terlihat sangat malu. Ia langsung melepaskan pelukannya dari laki-laki itu. Agra juga sekarang terlihat kikuk sendiri. "Kamu gak papa?" tanya Agra. Zanna terlihat begitu malu ia menunduk seakan tak bisa memandang mata coklat tua gelap laki-laki itu. Zanna mengangguk dan masih terlihat begitu malu. Agra tersenyum lebar padanya merasa lucu. "Kayaknya kalau kamu tinggal di kota bakalan cocok deh," ucap Agra tanpa dosa. Zanna semakin terobsesi ingin keluar dari hutan belantara itu. "Benarkah?" tanya Zanna. Agra semakin tertawa karenanya. Agra lalu melangkah ke depan. Zanna melihat mengikuti arahnya. "Iya, semua manusia pasti gak nyangka kalau kamu itu siluman," jawab Agra. Zanna hanya memandanginya bingung. Ia lalu melangkah mendekati Agra. "Kamu tau, manusia itu suka beraktivitas. Kami suka bekerja, setiap hari bekerja, juga liburan. Kami akan berkeliling kota kalau sudah pusing bekerja karena kalau tidak bekerja, manusia tak akan bisa mencapai apa yang mereka inginkan," jelas Agra mendongak ke arahnya seraya tersenyum. Zanna terlihat tertarik mendengar cerita itu. Ia lalu ikut duduk di samping Agra. Zanna terlihat sangat bahagia sekarang. Ia benar-benar tak menyangka, bahwa ia akan memiliki teman sebaik Agra. "Benarkah? Tapi... Kenapa manusia bisa membunuh makhluk seperti kami? Mereka juga kejam kan?" tanya Zanna menggeleng kecil. Agra langsung menghentikan senyumnya. Agra menarik nafasnya lalu mendengus membuangnya santai. "Itu karena mereka mengira kalian lebih hebat dari mereka," jawab Agra. Zanna mengerutkan alisnya terheran. Agra lalu menengok ke arahnya seraya tersenyum. "Karena manusia tidak memiliki kekuatan yang hebat seperti kamu, maka dari itu kadang mereka salah paham," jawab Agra seraya membuang pandangannya dari Zanna melihat sekitar hutan itu. Zanna terdiam berpikir. "Aku bukan manusia yang berpikiran seperti itu. Aku malah takut sama kamu Zanna. Karena, kamu itu punya kekuatan yang luar biasa! Sedangkan aku, aku hanya seorang manusia biasa yang sama sekali tidak mempunyai kekuatan," ucap Agra mengerutkan alisnya. Zanna kini semakin mempercayai laki-laki itu. Ia tersenyum. Gigi putih rapinya itu terlihat jelas di mata Agra. Senyuman cantik itu terukir sempurna di bibir seksinya. Mereka kini terlihat sudah semakin dekat satu sama lain. Seakan tak ada perbedaan di antara mereka meski dari alam yang berbeda. "Aku juga tertarik dengan dunia manusia," ucap Zanna seraya memandangi tempat luas di depannya. Agra melongo mendengarnya. "Dulu orangtuaku memang di bunuh oleh para manusia. Tetapi, itu juga murni kesalahan mereka," Zanna terlihat sekarang mulai menceritakan tentang dirinya pada Agra. Agra terdiam. "Maksud kamu?" tanya Agra. Zanna mendongak ke atas melihat langit biru cerah yang begitu indah itu. "Mungkin sudah takdir mereka. Mereka mematuk seorang anak manusia, hingga anak manusia itu tewas karena bisa kami. Maka dari itu, orangtua anak itu balas dendam dan berhasil membunuh kedua orangtuaku Gra," ucap Zanna. Agra sungguh benar-benar tak percaya dengan itu. "Zanna, kamu memang orang yang kuat," jawab Agra terlihat iba padanya. "Aku yakin, kamu akan menjadi siluman yang lebih kuat dari kedua orangtua kamu," puji Agra. Zanna semakin merasa nyaman pada laki-laki manusia itu. Laki-laki itu sangat bisa membuatnya senang. "Aku sangat senang bisa bertemu denganmu," sambung Agra tersenyum. Dia lalu berdiri lalu pamit pada Zanna. Zanna terlihat sedih sekarang karena ia takut tidak akan bertemu dengan orang seperti Agra lagi. Agra lalu melangkah pergi ke mobilnya. Namun, saat Agra sudah membuka pintu mobilnya. Zanna memanggilnya kembali. "Agra tunggu!" teriaknya seraya berlari kecil. Agra langsung menengok ke arahnya terheran. "Agra... Aku..." Agra hanya mengangkat kedua alisnya dan menghadapinya. "Apa aku boleh ikut kamu?" tanya Zanna seakan berharap. Agra sungguh tak percaya. Sebenarnya dia merasa sedikit takut saat Zanna berkata seperti itu karena bagaimanapun Zanna tetaplah siluman, yang mempunyai kekuatan dan emosi yang bisa membahayakan. Agra takut kalau suatu saat Zanna tak sengaja mencelakai dirinya. "Emm maaf Zanna. Gak bisa, karena alammu juga alamku, itu jauh berbeda," jawab Agra menggeleng mengerutkan alisnya tipis. "Agra, aku janji gak akan celakain kamu. Aku akan selalu bantu kamu, kalau kamu sedang butuh bantuan," jawab Zanna. Sepertinya siluman ular itu sudah merasa nyaman pada laki-laki manusia itu. Kini Agra terlihat ragu dan bingung. "Sebenarnya, aku juga takut sendiri di sini Gra," beritau Zanna terlihat sedih mengutarakan perasaannya. "Aku, kesepian. Sepupuku juga keluargaku juga sering menghilang entah ke mana. Hanya aku yang tinggal sendiri di sini, aku... Aku benar-benar sangat bahagia mendapatkan teman seperti kamu Gra," ucap Zanna. Agra melihat mata berkaca-kaca Zanna. Agra sepertinya iba melihatnya karena Zanna benar-benar mengatakan yang sebenarnya, bukan memanipulasi. Agra memutar bola matanya melihat sekitar hutan itu. Memang benar sangat sunyi, dia juga teringat saat Zanna dia temukan sekarat waktu itu. Agra sekarang terlihat kasihan juga padanya. Agra menatapinya tajam berpikir. Zanna sangat berharap Agra mau membawanya kembali. Sepertinya Zanna juga penasaran dengan dunia manusia yang penuh keramaian itu. Agra yang tak tega akhirnya mengangguk tanda setuju. Zanna sungguh tak percaya. Zanna tersenyum lebar sangat bahagia mendengarnya. "Ya udah, yuk," ucap Agra. Akhirnya mereka kembali masuk mobil. . Zanna kini ikut bersama Agra. Zanna terlihat sangat bahagia. Agra tersenyum melihatnya. "Apa kamu benar-benar yakin? Mau hidup berdampingan dengan manusia?" tanya meyakinkannya. "Iya, aku ingin selalu bersama teman baik sepertimu," jawab Zanna. "Oh ya, bagaimana kalau kamu aku ajarin kerja? Kerja di perusahaanku. Kamu mau?" tanya Agra. "Tapi, kamu harus benar-benar siap menghadapi manusia yang begitu banyak saat kerja nanti. Kamu harus bisa kontrol diri kamu ya? Jangan sampai mereka panik dan membuat kamu merasa terganggu," jelas Agra. Zanna terlihat sangat bahagia. "Ya, aku mau. Aku akan berbaur dengan manusia," jawab Zanna tersenyum tipis. Agra sangat merasa lucu. Dia berpikir ternyata siluman ular seperti Zanna lebih pintar dari yang dia kira. . Kini Zanna Agra masukan di perusahaannya untuk menjadi asistennya saja. Zanna terlihat begitu cantik sekarang. Penampilannya yang sekarang seperti manusia seutuhnya membuat kecantikannya semakin bertambah hingga Aldo dan Rendy yang baru saja melihat Zanna itu ternganga terpesona. "Waduh Bro! Lo dapat cewek cantik seperti Mba ini di mana?" tanya Aldo ternganga memonyongkan bibirnya melihat Zanna. Zanna terlihat hanya tersenyum tipis lalu menunduk diam. Agra mencoba menutupi identitasnya. Agra langsung bilang kalau Zanna adalah wanita yang kemarin mereka selamatkan. Betapa terkejutnya Aldo dan Rendy. Mereka seakan sangat tidak percaya. "Hm kenalin Do, Ren, dia asisten baru aku. Namanya Zanna, Zanna ini cewek yang kemarin kita tolong," jawab Agra tersenyum memperkenalkan Zanna. "Hah! Yang bener!" sahut Aldo dan Rendy bersamaan sungguh tak percaya. "Iya, dia memang tak sengaja kabur dari kejaran kucing hutan padanya. Jadi dia pingsan dan terpisah dari keluarganya. Tapi sekarang dia sembuh dan keluarganya minta sama aku untuk beri Zanna pekerjaan," kata Agra menjelaskan pada mwreka agar mereka tak curiga. Zanna hanya menatapi Agra dengan tatapan polos. Agra mengode untuk percaya saja seraya mengangguk kecil. Zanna seakan mengerti. Aldo dan Rendy langsung mengulurkan tangan dengan genitnya. Mereka terlihat saling melotot kesal satu sama lain berebut untuk menyalami tangan mulus Zanna. "Rendy!" "Aldo!" Seru mereka sangat semangat seraya tersenyum genit. Zanna hanya bingung seraya mendongak ke arah Agra. Agra terlihat sangat rese pada mereka. "Woy kalian bisa gantian gak sih!" celetuk Agra menegur mereka. "Dih, cemburu kali Bosnya aha," ledek Rendy membuat Agra melotot. Zanna hanya tertawa kecil melihat itu. "Zanna," jawab Zanna tersenyum ramah membalas menyalami mereka. Mereka lalu menghirup pelan tangan mereka dari tangan Zanna tadi seakan nikmat. Agra terlihat semakin kesal dengan mereka. Namun, dia hanya memaklumi tingkah teman-temannya yang memang lebay saat di depan cewek cantik. "Ya udah, sudah cukup perkenalannya kami permisi," tegas Agra sengaja pada mereka. Dia lalu menarik Zanna menjauh dari sana agar Aldo dan Rendy tak terlalu mengganggunya. "Yah eehh langsung di bawa aja baru kenal woy! Hahaa Agraa," teriak Rendy protes lalu tertawa mencandai sahabatnya itu. . Agra membawa Zanna untuk makan siang di luar beristirahat sebentar. Zanna memang makhluk yang ber IQ tinggi. Buktinya sekarang ia bisa mengikuti semua yang manusia lakukan. Ia juga selalu bisa menyelesaikan pekerjaan yang Agra berikan. Agra membawanya ke sebuah cafe. Zanna terlihat bingung sekarang. "Oh iyaya, kamu bisa makan makanan manusia kayak gini?" tanya Agra baru ingat seraya memapangkan steak dan kentang goreng itu. Zanna tertawa. "Tidak tau," jawabnya. Agra hanya ternganga lalu seketika tertawa karena merasa lucu. "Ya udah nih cobain aja," pancing Agra yang juga penasaran pada Zanna. Zanna hanya tersenyum malu-malu. Ia lalu mencoba mulai menyuap steak itu dan sungguh tak di sangka-sangka ternyata ia bisa saja memakan makanan manusia. Agra sungguh tak percaya dia tertawa seraya memotong steak itu. Kini Zanna begitu bahagia ia terus menyuap steak itu seraya melirik Agra. Sepertinya siluman ular itu sekarang memang benar-benar nyaman bersama laki-laki baik hati itu. Mereka makan bersama. . Setelah selesai, mereka kembali ingin balik ke kantor. Namun, karena mereka memakirkan mobil mereka agak jauh dari orang ramai. Tiba-tiba ada sekelompok preman mengerubungi Agra. Sepertinya mereka sengaja mengincar Agra karena Agra kaya raya. "Hahahaa, ada cewek cantiknya juga nii," ucap preman itu seraya memutar-mutar pukulan kayu itu. Kini Agra terlihat panik begitu juga Zanna. "Kalian jangan macam-macam!" geram Agra menatap tajam ke arah mereka. Mereka terdiam dan malah semakin mengejek menertawakannya. Mereka langsung menarik Zanna dan mencoba merayunya. Agra langsung panik melihat itu. "WOY LEPASIN GAK!" teriak Agra marah menunjuk mereka. Zanna terlihat tercekik sekarang karena mereka memeluk begitu erat leher Zanna. Mereka lalu merayu-rayunya. Agra yang ingin mencoba melepaskan Zanna langsung di tahan dan di pukuli oleh teman-teman preman itu. Zanna yang begitu marah melihat semua itu langsung tersengal menahan amarahnya di d**a. Ia terus mencoba menahan agar tak mengeluarkan kekuatannya. Tetapi ia sekarang sedang dalam bahaya. Pria itu terus mencolek Zanna dan langsung ingin melecehkannya. Zanna terlihat ketakutan panik dan ia melihat Agra kini tersungkur karena di pukuli. Zanna sekarang sudah tak bisa menahan amarahnya. Matanya langsung berubah menjadi wujud aslinya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD