"Apakah kami bisa menemui Ratu Peri?" tanya Peri bergaun biru muda itu.
"Hmm, baik akan di sampaikan," jawab Kurcaci itu tersenyum lalu naik ke atas. Kedua peri itu hanya saling berpandangan dan menunggu Kurcaci itu kembali.
Kurcaci itu terus berjalan menaiki tangga ke atas dan ternyata ada temannya yang menunggu di sana. Ia berhenti tepat di depan temannya.
"Kurcaci 2, sampaikan pada Kurcaci 3, bahwa Peri Elodie dan Peri Eloise ingin bertemu Ratu Peri," ucap Kurcaci 1 itu.
"Baik!" jawabnya semangat mengangguk mantap dan berbalik melangkah naik tangga. Dia lalu sampai ke atas lagi tepat di depan temannya.
"Kurcaci 3, sampaikan pada Kurcaci 4, bahwa Peri Elodie dan Peri Eloise ingin bertemu Ratu Peri," ucap Kurcaci 2 itu. Kurcaci 3 itu mengangguk lalu naik ke atas lagi menemui Kurcaci terakhir.
"Kurcaci 4!" panggilnya.
"Ya!" jawabnya.
"Sampaikan pada Ratu Peri kalau Peri Elodie dan Peri Eloise ingin bertemu dengannya," ucapnya tersenyum. Kurcaci terakhir yang terlihat lebih menarik itu pun mengangguk dan langsung melangkah menghampiri Ratu Peri mereka. Sungguh unik memang penjagaan mereka.
Tak lama, Kurcaci 4 itu kembali menghadap Kurcaci 3.
"Silahkan!" serunya seraya mengulurkan tangannya ke arah singgasana seraya tersenyum. Kurcaci 3 pun tersenyum lalu turun mengabarkan mereka.
Akhirnya sampai ke bawah. Peri Elodie dan Eloise itu sangat bahagia. Mereka lalu mulai melangkah menaiki tangga.
Mereka pun sampai ke atas. Betapa indahnya istana itu. Terlihat begitu besar dan kokoh. Awan-awan di langit terlihat jelas dan begitu indah. Istana berwarna biru muda dipadu putih itu sungguh membuat tenang mata memandang. Mereka saling tersenyum lalu melangkah mendekati singgasana yang terlihat berbentuk 2 angsa besar sebagai hiasan tempat duduk Ratu mereka itu. Mereka terlihat gugup untuk memanggilnya.
"Ratu Peri," panggil Peri Elodie bergaun pink tua itu.
Wuri berbalik seraya tersenyum lebar begitu sempurna. Sungguh cantik nan manis sekali ternyata memang Wuri ini. Ia memang Peri yang paling cantik di alamnya tak salah jika ia di jadikan sebagai Ratu. Selain cantik, Wuri adalah Peri yang paling kuat. Alasan itulah yang memang pantas untuk dirinya saat ini. Mahkotanya terlihat begitu indah dan kalem seperti dirinya tidak terlalu besar juga tidak terlalu berat. Mahkota itu hanya berongga indah mengelilingi kepalanya dan di depannya yang terlihat lebih padat dan agak menjorok ke dahinya. Begitu sempurna mahkota Ratu itu. Jubahnya juga terlihat sungguh indah tak berlengan, meski tak berlengan tetapi tangannya memakai pelindung tangan yang tebal berwarna persis seperti gaun panjangnya. dan panjang ke belakang. Tidak seperti Peri Elodie dan Eloise yang biasa saja. Ia lalu tersenyum simpul pada mereka seraya memegangi tongkat saktinya yang berwarna kuning emas bermotif 2 angsa seperti singgasananya yang memiliki berpermata biru tua di tengah-tengah motif kedua angsa itu.
"Salam Ratu Peri," sapa Elodie. Wuri tersenyum.
"Salam para peri, ada apa kalian menemuiku?" jawab Wuri lembut.
Elodie dan Eloise yang awalnya tersenyum kini terlihat saling bertatapan khawatir. Wuri tersadar akan hal itu. Ia mengerutkan alisnya.
"Maaf Ratu Peri, kami ingin menyampaikan sesuatu yang sekarang sedang menghebohkan alam kita," beritahu Eloise. Wuri langsung mengubah wajahnya seakan terkejut. Ia membelalakkan matanya lalu mengangkat sebelah alisnya.
"Benar Ratu Peri, kata Peri-Peri lain. Mereka terus menghalau serangam bola-bola api yang entah dari mana asalnya. Mereka juga bingung hewan capung raksasa kita kini menjadi liar dan ganas. Mereka juga menyerang para Peri," ucap Elodie juga menjelaskan mengerutkan alisnya sedih.
Wuri langsung terdiam mendengar itu. Namun, ia masih terlihat tenang.
"Benar Ratu Peri, kami juga sempat terluka karena menghalau bola-bola api itu dan sempat di serang capung raksasa kita..."
"Iya Ratu Peri kami sekarang sedang panik dan.."
Wuri mengeladahkan telapak tangannya ke arah mereka. Kini mereka terdiam dan hanya saling pandang khawatir. Wuri langsung berpikir mengerutkan alisnya.
"Kalian tunggu saja aku di luar," perintah Wuri menatap mereka mengerutkan alisnya.
Elodie dan Eloise langsung merasa tenang mendengar itu. Wuri turun tangan mendengarnya. Mereka lalu tersenyum mengangguk mantap dan pergi. Wuri masih berpikir tentang hal itu dan ia langsung menatap tajam ke depan seakan tahu siapa yang sudah mengacaukan alamnya.
*
Wuri pun turun dan terlihat seluruh Peri sudah berkumpul di sana terlihat ketakutan dan cemas.
"Kita! Kita aman di sini!" teriak Peri bergaun pink bermahkota kecil itu pada mereka semua.
Saat Wuri ingin mendarat. Para Kurcaci memberitahu mereka semua.
"Ratu Peri akan datang," ucap mereka. Semua Peri yang awalnya sangat ribut kini terdiam. Mereka langsung melihat ke arah para Kurcaci itu.
"Ratu Peri akan datang," beritahu para Kurcaci itu sekali lagi.
Wuri pun terlihat sangat cantik mengepakkan sayap lebarnya itu turun dan ingin mendarat, dengan masih kalemnya ia menatap mereka semua meski merasa khawatir. Ia pun turun dengan sempurna dan menutup sayapnya.Mereka akhirnya terkekeh saat Wuri sudah ada di tengah-tengah mereka. Para Peri terlihat tersenyum tipis saat melihat dirinya.
"Salam Para Peri," sapa Wuri menyapa mereka.
"Salam Ratu Peri,"
Jawab mereka semua dengan kompaknya.
"Ada apa? Dari mana kalian menghalau semua serangan itu? Dan dari mana asalnya?" tanya Wuri mendongak pada mereka semua.
"Sepertinya bola kehidupan sudah berhasil di curi Ratu Peri!" seru Peri bergaun oren muda itu gelisah cemas. Wuri langsung membelalakkan matanya terdiam mendengar itu terlihat syok.
"Benar Ratu Peri, kami benar-benar takut dengan semua ini..."
"Iya Ratu Peri kami takut akan terjadi apa-apa di alam kita..."
"Ratu Peri..."
"Ratu Peri..."
"Ratu Peri..."
Mereka terlihat sangat heboh hingga Wuri semakin kebingungan. Ia mengerutkan alisnya lalu mengangkat tongkatnya tanda memerintahkan untuk diam. Akhirnya mereka semua diam dengan raut wajah yang gelisah.
"Ratu Peri, apa yang harus kita perbuat sekarang. Semua Peri tak tenang karena ini," ucap Peri berkekuatan petir asisten Wuri terlihat mencoba menenangkan Wuri.
"Yang kita harus perbuat sekarang. Adalah mencari tahu siapa yang menghancurkannya," jawab Wuri menatap tajam.
"Tapi siapa yang melakukannya Ratu Peri?"
"AHHAHAHAHAHA!" seorang langsung tertawa begitu nyaring. Tiba-tiba seluruh langit langsung menjadi gelap, angin berhembus kencang dan bergemuruh petir begitu nyaring. Mereka langsung kaget dan mendongak ke atas kebingungan. Wuri terlihat sedikit kaget juga terdiam mendongak ke atas heran. Wuri lalu menatap ke depan tajam seakan tahu orang itu akan muncul di sana. Semua Peri pun ikut melirik ke arah Wuri lihat terdiam sangat takut mengerutkan alis mereka. Mereka terdiam semua ternganga.
Seorang bersayap hitam lebar dan besar langsung mendarat ke atas tiang putih besar yang ada di sana. Betapa terkejut dan syoknya mereka melihat hal itu.
Ya, ia adalah rival Wuri di alamnya. Ia seorang Peri yang jahat yang ingin menghancurkan alam Peri untuk membalas dendam pada Wuri. Peri berbaju merah itu lalu berdiri menatap tajam ke arah Wuri. Wuri terlihat membalas tatapannya lebih tajam. Sepertinya Wuri sudah menduganya.
Ia lalu berdiri tegak mengacak pinggangnya angkuh seraya memegangi tongkat hitam saktinya juga menghadap Wuri seraya tersenyum sombong menantang Wuri.
"Hay... Wuri, apa kabar?" sapanya tersenyum. Semua Peri terlihat mulai panik dan takut. Wuri terus menatapnya tajam menyipitkan matanya.
"Aku baik Adrienne... Tidak sepertimu," jawab Wuri menatap dendam.
"Ehhehehehee!" ia tertawa melengking mendengar hal itu.
"Sudahlah Wuri! Kau kalah denganku sekarang! Dan enyahlah dari alam ini!" geram Adrienne dengan nada rendah tertekan menyipitkan matanya sangat dendam lalu langsung mengerahkan serangan bola apinya ke Wuri.
Wuri adalah Peri yang cepat ia berhasil menghindari bola itu ke samping meski terlihat sedikit panik.
Wuri langsung membelalakkan matanya dan seketika tempat itu meledak dan para Peri langsung berteriak panik berhamburan. Adrienne juga mengerahkan bola apinya ke gerombolan Peri-Peri itu hingga kini tempat itu benar-benar meledak dahsyat. Kini yang terlihat hanyalah asap hitam. Namun, tak di sangka Wuri sempat mengerahkan kekuatannya untuk melindungi mereka semua dari serangan Adrienne. Betapa melototnya Adrienne tak menyangka dengan semua itu. Wuri kini terlihat sedikit terengal dengan terus mengangkat tongkat sakti terus membuat pelindung besar untuk para Peri. Mereka terlihat sangat terharu pada Wuri. Wuri terlihat masih menundukkan pandangannya lalu langsung menatap Adrienne tajam. Dengan cepatnya ia terbang menuju Adrienne secepat kilat dan membawanya entah ke mana.
Mereka menghilang seperti kilat hingga membuat para Peri itu kebingungan sekarang. Wuri benar-benar Ratu yang bijaksana dan sangat melindungi semua rakyat dan anak buahnya.
Tak di sangka-sangka Wuri terus mendorong Adrienne kuat dan memindahkannya ke dimensi lain agar tidak melukai para Peri lainnya dan alamnya. Ia lalu membuat kekuatannya menjadi bola biru muda lalu mendorong ke d**a Adrienne hingga Adrienne berteriak dan terhempas hebas ke sungai lembah besar itu.
Wuri sekarang terlihat ngos-ngosan membelalakkan matanya menatap ke bawah seraya terus terbang mempertahankan dirinya. Adrienne terlihat tidak muncul lagi saat ia jatuhkan ke sungai itu. Ia membelalakkan matanya seakan tak percaya. Ia pun terdiam dan memastikan apakah benar Adrienne tak muncul lagi.
"Kau salah Wuri,"
Namun, tak di sangka-sangka Adrienne langsung muncul di belakangnya terbang dan sudah mengumpulkan kekuatan merahnya dan langsung ia kerahkan serangannya ke Wuri. Betapa terbelalaknya Wuri tersadar akan hal itu ia cepat membalikkan wajahnya tetapi serangan Adrienne lebih cepat meledak. Wuri akhirnya terkena serangannya dan terlihat sudah tejatuh tak terkendali. Ia akhirnya sadar dan langsung mencoba menyelamatkan dirinya. Ia memejamkan matanya memakai tongkat saktinya itu dan terlihat mengeluarkan cahaya biru muda untuknya. Adrienne tak membiarkannya dan terlihat terbang cepat ke arahnya mencoba menyerangnya kembali. Saat Adrienne ingin menghantamnya lagi dengan kekuatan merahnya, Wuri langsung membuka matanya dan membuka sayapnya terbang cepat menghindari Adrienne dan terlihat gerakan lambat begitu keren Wuri berselisih di sampingnya hingga membuat Adrienne ternganga membelalakkan matanya. Wuri yang sekarang tepat berada di belakangnya langsung mengarahkan tongkat saktinya ke belakang Adrienne dan melepaskan serangannya. Kekuatan itu meledak dahysat di belakang Adrienne.
Wuri memang Peri yang sangat lincah, cepat dan hebat. Kini Adrienne terjatuh kembali sampai bebatuan tempatnya terjatuh berhamburan dan membentuk kawah kecil. Adrienne terlihat terluka sekarang dan darah ungunya keluar dari mulutnya.
Wuri langsung turun mendarat sempurna lalu melayang cepat kembali menuju arahnya. Adrienne menyipitkan matanya dan terlihat mendorong kedua tangannya kuat mengeluarkan pisau berbentuk bulat di ujungnya tajam-tajam begitu runcing seperti pisau rumput begitu banyak ke arah Wuri. Wuri langsung terbelalak dan mencoba berhenti dan menghindari semua serangan Adrienne itu. Kini Wuri terlihat sibuk menghindari semua itu. Kesempatan itu Adrienne tersenyum licik dan langsung melayang secepat kilat menyerang Wuri dan sekarang Wuri berhasil terkena serangannya begitu kuat. Ia menonjok wajah Wuri begitu kuat dengan kekuatan merahnya hingga pipi dan kain gaun belakang sayap Wuri sempat menggelambir lalu terpental begitu jauh saking kerasnya. Wuri terlihat terombang-ambing terhempas sampai ia terhenti di tebing batu begitu kuat hingga bebatuan besar di sana berjatuhan ke sungai.
Wuri terlihat terluka sekarang karena terkena serangan pisau dan serangan tamparan Adrienne tadi. Bahunya terlihat tergores lumayan parah dan mengeluarkan darah. Ternyata darah Wuri seperti manusia juga tetapi terlihat lebih merah pekat. Mulutnya juga sekarang sedikit mengeluarkan darah di ujung bibirnya dan menetes. Wuri terlihat berusaha langsung bangun.
"Uuhhuk! Uhuk!"
Ia terlihat kesakitan menahan badannya dengan kedua tangannya agar bisa duduk seraya menatap Adrienne kesal.
"Aku harus rebut kembali bola kehidupan itu darinya ugh!" gumam Wuri dalam hati dan langsung mencoba bangkit kembali.
Namun, saat ia baru saja berdiri Adrienne sudah muncul di belakangnya dan ia langsung membalikkan badannya melotot dan seketika tempat itu semakin hancur. Tapi syukurlah ternyata Wuri berhasil menghindarinya. Ua sempat terbang meski terlihat sempoyongan sekarang. Ia lalu langsung mencoba membalas serangan Adrienne dengan tongkat saktinya dan langsung mengarahkan serangan petir itu ke Adrienne. Adrienne sempat kaget dan terus berlari menghindari serangan petir Wuri yang terus membelah sungai itu sampai tebing pembatas itu terbelah dan longsor begitu dahsyat.
Wuri terlihat puas dengan itu. Tetapi ternyata Adrienne terlihat bersinar dan betapa terbelalaknya saat Wuri jelas melihat itu. Adrienne memakai bola kehidupan dan berhasil menghindar dari serangannya. Wuri begitu syok dan terlihat bingung dan takut sekarang.
"Ahahahahaa!" tawa Adrienne merasa puas sekarang seraya mencoba bangkit meski terlihat sempoyongan juga dan mulutnya semakin mengeluarkan darah ungunya. Wuri melotot panik begitu tak percaya membelalakkan matanya terdiam syok melihat Adrienne.
"Kau kalahh Wurii!!" teriak Adrienne meremehkannya seraya terus memapangkan bola kehidupan bersinar putih terang itu padanya. Wuri hanya terdiam begitu syok mengerutkan kedua alisnya. Adrienne langsung mencoba mengeluarkan kekuatan dari bola itu tetapi terlihat Wuri langsung mencegahnya dan mencoba menyerangnya dari samping, belakang juga depan. Tetapi karena kekuatan bola itu Adrienne terlihat lebih lincah dan mengetahui serangan Wuri. Ia langsung mengarahkan bola itu ke Wuri dan Wuri langsung terpental hebat karenanya. Adrienne tersenyum puas melihatnya dan langsung terbang cepat menghampiri Wuri dan mencengkram bajunya. Ia langsung kembali mengarahkan serangannya bertubi-tubi hingga Wuri kembali terkena hebat hingga tanah di sana retak berbentuk kawah karena Adrienne. Wuri sekarang sudah semakin sekarat.