“Dorong lagi, Bu.” Dalam ruang bersalin, terdengar komando dari petugas medis yang turut membantu kelahiran anak pertama Karina. Suara yang terdengar disela-sela erangan dan jeritan istri Ilham yang sangat memilukan dan menggetarkan d**a. Lelaki itu, terus memberi semangat pada Karina melalui sentuhan tangan mereka yang bertaut, tatapan sayang, dan yang terpenting doa-doa yang tak lepas dia panjatkan. Dalam waktu kurang dari lima detik, Ilham bahkan menoleh ke belakang, menyembunyikan wajah untuk menyeka ujung matanya. Tak ingin sama sekali melemahkan semangat dan kekuatan Karina. Ilham pikir saat ini yang dibutuhkan adalah sosok manusia baja, manusia super yang siap melakukan apa saja sekuat tenaga. Bukan manusia biasa yang mudah terbawa emosi. Dada Karina naik turun dengan cepat,

