Maaf, Aku Masih Mencintaimu

2246 Words
“AMIRAAA AMIRAA” Teriakan dari belakang membuat Amira segera beranjak dari kamarnya dan bergegas ke belakang. “AMIRAAA” Teriakan dari seorang lelaki itu sangat berisik sekali ‘Iyaa, apa sih bang” Ucap Amira kepada seorang yang dipanggil Abang olehnya. Orang itu adalah Zafran, kakak tertua Amira. Amira mempunyai 2 saudara lelaki yang lebih tua darinya.  “Ini bawa ke dapur, awas banyak semutnya” Ucap Zafran sembari menyerahkan kresek hitam yang berisi buah rambutan. Baskara dan Arini, orangtua Amira gemar sekali menanam tanaman. Bahkan halaman belakang rumahnya terdapat pohon rambutan, pohon mangga, terong, cabai, dan sawi. Tak lupa halaman depan berisi tanaman berbunga. Karena banyaknya tanaman kadang membuat Amira takut jika tiba-tiba ada ular. Tapi beruntungnya tidak ada karena tentu saja satu keluarga ini harus saling membantu membersihkan rumah dan juga halaman agar terlihat indah dan rapi. Membawa sekantung kresek ke dapur, Amira mendapati Adnan, kakak keduanya yang sedang membuat jus jambu. “Bang, aku juga mau jus” Ucap Amira disertai cengiran “Buat sendirilah” Ucap Adnan “Ayolah bang sekalian ituuu” Ucap Amira sedikit merengek Adnan yang melihatnya hanya geleng-geleng kepala saja. Adiknya ini memang manja sekali kepada kakak dan juga orangtuanya. Tetapi ketika berada di luar sifatnya beda lagi. Adiknya terlihat sedikit sangar. Dengan sedikit malas Adnan pun membuat jus jambu untuknya dan juga Amira. “Bang Adnan, Bang Zafran katanya udah punya pacar yaaa?” Tanya Amira ke Adnan sedikit agak keras karena terhalang suara blender. “Ho’oh” Jawab Adnan singkat “Siapa ceweknya? Cantik apa enggak? Baik apa enggak? Cewe ular apa bukan?” Tanya Amira “Ya mana Abang tau, tanya langsung aja ke Bang Zafran lah” “Halah gak asik” “Gak asik palalo, nih jus lo” Ucap Adnan sembari menyerahkan gelas yang berisi jus jambu kepada Amira “Makasih bang, emang abangku tuh orang yang baik hati dan tidak sombong” Ucapan Amira membuat Adnan sekali lagi menggelengkan kepalanya tak lupa tersenyum. Amira paham sekali abangnya itu sangat suka dipuji. Adnan berjalan menuju ke kamarnya. Ia harus menyelesaikan tugas kuliahnya yang belum selesai. Padahal ia sudah menyicilnya, tetapi sampai begadangpun tugasnya juga belum selesai juga. Adnan juga kerja freelance. Itung-itung buat menambah uang jajannya. Ia biasanya menulis dan juga membuat ilustrasi. Dari hasil bekerja, uang tersebut untuk jajan sendiri. Ahh jangan lupakan Amira. Adik tercintanya itu juga sering meminta traktir makanan ketika pergi keluar. Menyebalkan memang, tapi ia juga tidak menyesal mentarktir adiknya makanan. Ia juga senang karena bisa menghabiskan waktu bersama Amira. Sebagai kakak, Adnan tentu menyayangi Amira sepenuh hati, meskipun sifatnya pun juga sama semenyebalkan adiknya. “Bang Adnan” Suara Amira mengalihkan pandangan Adnan ke arah pintu. Terlihat adiknya memasukkan yang mengintip dari luar. “Masuk Mir” Amira langsung masuk dan merebahkan tubuhnya ke kasur Adnan. Empuk. Itu yang dirasakan Amira. Sudah menjadi hal biasa ketika Amira masuk ke kamarnya tanpa tujuan seperti ini. Amira pernah bilang kalau ia kesepian di kamar sendirian makanya sering kali masuk ke kamar Adnan ataupun kamar Zafran. Adnan menutup laptopnya. Dilihatnya Amira yang sudah tertidur. Tanpa membangunkannya, Adnan membereskan laptop dan juga buku-bukunya lalu menuju ke dapur. Setelah mengerjakan tugas kuliah, Adnan merasa lapar. Meninggalkan Amira yang sedang tertidur Adnan menuju ke dapur. --- Dengan tenang Zafran memakan rambutan yang ia petik tadi. Tatapannya tak sengaja tertuju ke Adnan yang berjalan ke arah dapur. Tanpa memedulikan Adnan, Zafran tampak asik dengan rambutannya sendiri. Adnan mengambil nasi tak lupa lauk-pauknya. Lalu duduk dihadapan Abangnya yang sedang memakan rambutan. “Bang, lo yakin pacaran sama tuh cewe” Tanya Adnan di sela makannya “Ya kagaklah, gila lo, masa gue pacaran sama mak lampir” Ucap Zafran sambil bergidik karena memikirkan cewek yang dimaksud Adnan “Hahaha bagus deh kalau gitu” Ucap Adnan sembari tertawa “Lagian lo nanya-nanya aja” “Amira noh nanya-nanya tadi, pasti dia gamau abangnya punya pacar, takut jatah uangnya diambil pacar lo hahaha” “gaklah, yakali Amira ini udah dikasih uang sama nyokap bokap masih aja minta kita” Ucap Zafran agak jengkel sih tapi ya buat adiknya apa sih yang enggak. --- Zafran masuk ke kamarnya. Ia menuju ke arah meja kerjanya. Ia buka laci paling bawah. Terlihat satu lembar foto dan ia ambil. Ia duduk di kasurnya sembari mengamati foto tersebut. Foto yang membuat ia tak sadar tersenyum. Tapi tak lama kemudian senyuman itu lenyap tergantikan dengan tatapan getir. Zafran berharap bisa memutar kembali ke waktu itu. Tapi tentu saja itu tidak mungkin. Mengembalikan foto itu ke dalam laci lagi. Zafran duduk di meja kerja membuka laptopnya dan mengerjakan pekerjaannya yang ia tunda. Apalagi besok hari Senin dan ada rapat penting. Ia juga harus menguasai bahan rapat besok. Tok tok tok Suara ketukan pintu mengalihkan pandangan Zafran “Masuk” Dilihatnya Amira yang menggunakan baju tidur mendekatinya. “Bang aku tidur disini ya, nanti kalau abang udah selesai, gendong aku ke kamarku” Ucap Amira yang diakhiri cengiran. Tanpa menunggu jawaban Zafran, Amira langsung merebahkan tubuhnya di kasur Zafran. Zafran menggelengkan kepalanya. Ada-ada saja kelakuan adik perempuannya ini. Mengabaikan Amira, Zafran melanjutkan pekerjaannya. Drtt drtt Suara getaran handphone Zafran langsung melihatnya. Terlihat ada pesan dari atasannya yang membutuhkan sekretaris baru. Padahal bosnya dua bulan lalu baru saja merekrut sekretaris dan sekarang cari lagi. Padahal mencari sekretaris bukan tugasnya, tetapi bosnya selalu saja meminta rekomendasi darinya. “iya pak bos, nanti akan saya carikan” balas Zafran sekenaknya. Zafran langsung meminta teman-temannya untuk mencarikan seseorang yang bisa bekerja sebagai sekretaris. Meletakkan gawainya. Zafran membereskan meja kerjanya. Melangkah mendekati kasur dan menggendong Amira lalu menuju kamar adiknya. Dengan hati-hati Zafran meletakkan adiknya di kasur agar tak terbangun. Setelah menyelimuti Adiknya hingga d**a, lalu mematikan lampu kamar, Zafran keluar tak lupa menutup pintu dengan perlahan. Zafran menuju ke dapur lalu mengambil satu botol air mineral lalu menuju kamarnya. Setelah mematikan lampu kamar lantas Zafran tidur agar besok ia tak bangun kesiangan. --- Pagi yang dirusuh disetiap hari Senin. Amira dengan kerempongannya karena bangun kesiangan. Memarahi kedua abangnya yang tak membangunkannya. “Aduh kalian ini bisa diem gak sih, rebut mulu tiap pagi, langsung sarapan trus berangkat” Omel Arini mendengar kerusuhan pagi ini. “Bang Zafran, nanti anterin yaa” Ucap Amira disela makannya “Gabisa Mir, abang ada rapat pagi ini, bareng Adnan aja” “Iya, bareng gue aja” Ucap Adnan Amira oke oke saja sih. Tumben kakak keduanya mau mengantarkannya ke sekolah. Biasanya Adnan yang paling tidak mau mengantarkannya. Selesai sarapan, mereka segera berangkat. Zafran sudah berangkat ke kantor menggunakan motornya. Sedangkan kini Amira masih dengan santainya memakai sepatu padahal jam sudah hampir menunjukkan pukul 7. “Gue ga mau tanggungjawab, kalau lo dihukum karna telat ya Mir” Ucap Adnan memperingati adiknya “Iya-iya bang, ayo berangkat” Mereka pun langsung menuju ke sekolah Amira menggunakan motor. Adnan yang tidak mau adiknya telat melajukan motornya dengan kencang hingga membuat Amira harus memeluk Adnan dari belakang. Untung saja ketika sampai, Amira tidak telat, masih ada 5 menit lagi sebelum gerbang ditutup. “Amira masuk dulu ya bang” Setelah mengucapkan itu, Amira langsung lari menuju kelasnya setelah itu menuju lapangan untuk melaksanakan upacara bendera. Adnan pun langsung menuju kampusnya. Hari ini jadwalnya ia masuk pukul 8 pagi. Masih ada waktu satu jam. Sesampainya di kampus, Adnan menuju ke perpustakaan. Ia ingin membaca sekaligus meminjam buku penting untuk referensi belajarnya. Adnan berjalan santai menuju ke sana, hingga ia melihat pintu perpustakaan masih tertutup. Ia lupa kalau perpustakaan akan dibuka pukul 8 pagi dan sekarang masih pukul 7 lebih 20 menit. Akhirnya Adnan memutuskan untuk menuju kelasnya. Di kelas masih sepi hanya beberapa anak yang sudah duduk yang sepertinya sedang mengerjakan tugas kuliah. Adnan yang sudah mengerjakan santai saja. Duduk di tempat duduknya dan membuka novel. Terkadang Adnan membawa novel ke kampus untuk jaga-jaga seandainya tidak ada aktivitas yang harus ia kerjakan. Tanpa sadar Dosennya masuk ke kelas, Adnan segera memasukkan novelnya ke dalam tas dan mengambil buku untuk mata kuliah pagi ini. --- Zafran memarkirkan motornya lalu langsung menuju ke ruangannya. Rapat akan diadakan 1 jam lagi. Karena rapat ini mengenai kerja sama dengan perusahaan lain, ia harus membuat puas clientnya. Memasuki ruang rapat, Zafran meminta karyawannya untuk mengecek kembali apakah ada yang kurang atau tidak. Ini juga ia lakukan agar bosnya tidak mengamuk nantinya Hingga tak terasa clientnya sudah  datang. Duduk di kursi rapat. Tak sengaja mata Zafran melihat seseorang yang membuatnya terpaku hingga suara dari rekan kerjanya membuat ia tersadar. Lantas Zafran duduk di tempatnya, mendengarkan penjelasan bosnya tentang kerja sama ini. Tetapi pikiran Zafran masih terpaku dengan seseorang yang dilihatnya. Zafran mengaku bahwa ia merindukan orang itu. Wanita itu yang telah mengisi hatinya 3 tahun lalu. Sepercik penyesalan memenuhi hati Zafran, andaikan ia tak memilih pergi ke luar negeri untuk melanjutkan Pendidikan, ia mungkin masih bersama wanita yang sampai sekarang masih ia cintai. Awalnya Zafran mengajak untuk menjalin hubungan jarak jauh, tetapi wanita itu tak bisa. Wanita itu tak bisa menjalin hubungan jarak jauh. Dan ini risikonya, Zafran tidak bisa mengingat wanita itu. Rapat telah usai, tampaknya perusahaan yang akan menjalin kerja sama tampak puas. Ini menjadi batu lonjakan untuk perusahannya. Semua orang berhamburan keluar dari ruang rapat. Zafran di tempat duduknya melihat wanita itu berjalan keluar hingga tatapan mereka bertemu sebentar karena wanita itu langsung mengalihkan pandangannya. “Zafran, ikut keruangan saya sebentar” suara bosnya menginterupsinya Zafran langsung mengikuti sang bos ke ruangannya. Bosnya yang bernama Mahardika itu sekaligus sahabatnya ini langsung memuji Zafran karena kinerjanya. “Kerja lo bener-bener memuaskan” Ucap Mahardika puas “ya gimana gak bagus, gue kan emang karyawan paling top disini” Zafran pun menimpalinya dengan menyombongkan dirinya. Mereka pun tertawa. Sudah menjadi hal biasa bagi mereka. Zafran dan Mahardika akan berbicara informal jika hanya ada mereka berdua. Jika ada karyawan lain, maka mereka akan berbicara formal. “Eh iya, asal lo tahu nih perusahaan yang kita ajak kerja sama itu, punya sepupu dari calon mertua gue” Ucap Mahardika “Lah iya?” Tanya Zafran agak kaget “Lo mau nikah?” Tanya Zafran lagi “Yupss, dan calon gue tadi ikt rapat juga” Ucap Mahardika yang membuat Zafran berpikir. Ada beberapa perempuan yang berada di rapat tadi 2 dari perusahaan ini, dan 2 dari perusahaan lain. Tiba-tiba Zafran merasa khawatir. “Yang mana calon lo?” Zafran mencoba untuk bertanya lagi “Namanya Anita yang rambutnya sebahu” Ucap Mahardika yang membuat Zafran kaget “Kenapa sih lo kayak kaget gitu?” Tanya Mahardika ketika melihat sahabatnya yang tiba-tiba aneh itu “Ah gak, gapapa, kalo gitu gue keruangan gue yaa” Ucap Zafran lalu berdiri dari duduknya “Oke selamat bekerja” --- Hari ini adalah hari pernikahan Mahardika sahabatnya. Zafran sebenarnya tidak ingin menghadiri acara tersebut. Tetapi ia juga merasa tak enak dengan sahabatnya. Dengan segera Zafran mencari pakaian yang pas untuk datang ke acara tersebut. “Anak mama ganteng banget, mau kemana sih?” tanya Arini sedikit menggoda ketika melihat Zafran berjalan menuruni tangga. “Mau ke nikahan Marardika Ma” “Oh iya temenmu nikah ya, duh masa anak mama gada gandengan sih ke kondangan” Ucap Arini menggoda Zafran yang jomblo ini “Mama apaan sih, yaudah Zafran berangkat dulu ya Ma, Assalamualaikum” “Waalaikumsalam” Zafran langsung mengeluarkan mobilnya. Ia akan kesana mengendarai mobil. Jarang-jarang ia menggunakan mobilnya ini. Dengan segera Zafran menuju ke tempat nikahan Mahardika. Sesampainya disana, Zafran melihat begitu ramai orang. Dan Zafran yang sendirian pun segera mencari rekan kerjanya. Zafran menemui Anton, Diki, dan Zahira teman kartornya. “Lah bang Zafran kok ga ada gandengannya sih” goda Anton “Ngaca lo” Jawab Zafran singkat Anton yang mendengar itu langsung pura-pura tersakiti. “Abang Zafran kok gitu sih, Anton kan mau sama dedek Amira” Ucap Anton “Kaga gue restui, loh yang remahan tahu ini gapantes buat adek gue yang cantik jelita” Ucapan Zafran langsung membuat Diki dan Zahira tertawa sedangkan Anton memasang wajah tersakiti --- Acara pernikahan akan segera dimulai. Mahardika akan segera mengucap janji suci dengan Anita, calon istrinya yang duduk disampingnya. Zafran yang melihat Anita terpaku. Cantik. Itu yang Zafran definisikan ketika melihat Anita sekarang. SAH Kata itu mengiterupsi Zafran dari lamunannya. Hati Zafran sangat sakit. Dadanya terasa sesak. Zafran harus ikhlas, ia harus segera menghilangkan Anita dari pikiran dan juga hatinya. Kini Mahardika dan Anita sedang berganti pakaian. Anton dan Diki mengajaknya untuk makan. Tentu mereka berdua tidak mau melewatkan makanan nikahan yang enak. Apalagi Mahardika orang kaya, jadi makanannya beragam. Kini Zafran melihat Mahardika dan Anita duduk di kuris pelaminan. Dengan segera Zafran akan mengucapkan selamat untuk mereka berdua. “Selamat bro, semoga samawa yaa” Ucap Zafran ke Mahardika Mata Zafran sedikit melirik kearah Anita yang cantik. Dan wanita itu hanya mengangguk dan tersenyum kepada Zafran. “Makasih udah dateng kesini” Ucap Mahardika Mahardika sendiri sudah mengetahui perihal Zafran dan Anita. Anita sendiri yang menceritakannya. Mahardika juga awalnya bingung harus apa. Dilain sisi ia mencintai Anita begitu pula sebaliknya. Tapi dilain sisi Mahardika juga merasa tidak enak kepada Zafran sahabatnya. Ia juga tak mungkin menyerahkan Anita kepada Zafran. Anita sendiri juga sudah bilang kepadanya jika Anita sudah melupakan Zafran. --- Tak langsung pulang. Zafran menuju ke taman. Ia ingin menenangkan pikirannya sejenak. Bagaimana bisa setelah 3 tahun ia masih mencintai Anita. Bahkan kini Anita sudah bahagia dengan pilihannya. Dalam hati Zafran berkata. Maaf Anita, aku masih mencintaimu --- Terima kasih yang sudah membaca ceritaku, Jika ada salah kata mohon maaf dan koreksinya.  Terima kasih
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD