Kebenaran

1340 Words

Jaka melihat Agni pagi-pagi buta sudah berada di ruangan nya. Sebenarnya tak ada yang aneh, apalagi sebelum menikah dengan Kirana. Lelaki itu sudah sering melakukan itu. Yang bikin aneh adalah kenapa dia duduk dan tanpa ekspresi kembali? Sama seperti saat Kirana meninggalkan dirinya, dulu.   “Kenapa lagi?” tanya Jaka masuk ke dalam ruangan.   “Bisa bantu aku selidiki orang ini?” Agni menyerahkan kertas yang berisi biodata seorang lelaki yang kini menjadi rekan bisnisnya.   “Kenapa kau mencari tau pak Hendra? Bukankah kau sudah mengenal dia?” heran Jaka.   “Sudah lakukan saja!” dengan wajah seriuas, Agni tak ingin ada penolakan.   “Baik lah.” Jaka pun meninggalkan ruangan Agni.   Membuka lembar-perlembar kertas yang tadi di berikan oleh Agni. Otak Jaka tak mampu mencari apa pun

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD