Sesuai dengan apa yang di dengar, Jaka pun melapor secara langsung pada Agni. Mungkin ini akan membuat nyawa Kirana terancam, atau sebaliknya. “Terima kasih, kamu memang orang yang bisa di andalkan. Kali ini aku tak akan menawarkan sejumlah uang padamu.” ucap Agni yang duduk tak jauh dari Jaka dan Kirana. “Kenapa?” tanya Jaka Heran. “Nyawa istriku tak ternilai, kau tau itu Jak. Kau boleh meminta apa pun pada ku.” jawab Agni memegang tangan Kirana yang terlihat sangat kaget mendengar rekaman Jaka. “Kalau aku meminta jabatan tertinggi di perusahaan mu?” tanya Jaka memancing Agni. “Kau minta perusahaan itu pun akan ku berikan.” jawab tegas Agni. “Baiklah, aku gak minta sekarang. Tapi nanti ketika aku dan istriku sudah membutuhkannya.” jawab Jaka sebelum pamit pada Agni

