Di dalam perjalanan, Jessi sibuk merias wajahnya secantik mungkin walau dia tadi sempat merias sebentar tetap saja ingin memperbaiki riasan wajahnya lagi. "Pak sopir, Jessi sudah cantik belum?" tanya Jessi pada seorang sopir taksi. "Cantik, Neng." Sopir taksi menjawab sambil mengangguk. "Beneran lhoh?" "Iya, Neng emang sudah cantik." Sopir taksi itu terkekeh pelan mendapatkan penumpang seorang gadis remaja dan sangat begitu centil sekali. "Aku harus cantik malam ini." "Mau ketemuan sama pacar kah, Neng?" tanya sopir taksi itu berbasa-basi. "Bukan pacar, Pak. Cuman temen doang hehe." Jessi menyengir kuda. "Oalah tak kira sama pacar." "Sama temen, Pak. Tapi tetep harus tampil cantik di depan." "Oh si eneng ini suka sama temennya?" tebak dang sopir taksi. "Enggak kok Pak." J

