Save Me 68

2349 Words

"Assalamu'alaikum." Suara Sila terdengar begitu jelas. "Wa'alaikumussalam, Sila, ini saya Widi Yani, kakaknya Septi," ucap kakakku. "Iya, Teh, gimana?" "Maaf, maksud kamu apa mengatakan hal seperti itu pada Sila lewat pesan?" "Maksud saya baik, Teh, orang sakit itu harusnya dibawa ke dokter jangan diam aja di rumah." "Memangnya kamu tahu dari mana kalau Septi itu diam saja di rumah? Kamu pikir saya dan keluarga Septi yang lain akan diam saja melihat Septi sakit? Seharusnya sebagai teman kamu memberikan doa atau setidaknya semangat, bukan malah mengatakan hal seperti di pesan tadi!" Teh Widi terdengar sangat emosional. Aku bisa mendengar suara Sila karena Teh Widi mengaktifkan mode pengeras suara. Sila berbicara dengan gagap. "Maaf, Teh, tapi bidan-bidan di sini selalu tanyain

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD