Usaha meracuni naga tak berhasil dilakukan. Menyerang secara langsung juga tak mungkin karena tempat yang terlalu sempit dan kurang cocok untuk petarung seperti wajah seribu. Di sebuah tempat tersembunyi dia bertemu dengan rekan shifter satu profesi.
“Teman-teman, jika ada sebuah ide tolong berikan. Cara yang selama ini jika jalankan tak pernah berhasil,” kata wajah seribu.
“Aku punya sebuah ide, semoga saja ini berhasil. Inti dari ide ini kita masukkan beberapa orang dan kita racuni seluruh akademi. Jadi kita perlu sebuah akses,” kata shifter kera.
“Bagaimana kalau kita serang kepala sekolah, tepat dua hari sebelum pertandingan individu dan kau gantikan peran dari kepala akademi,” usul dari shifter pegas.
“Banyak orang yang menginginkan menjadi kepala sekolah. Tapi aku bisa melakukan ini tanpa melalui tahapan sekaligus, hahaha,” tawa wajah seribu.
Hari-hari telah mereka lalui. Persiapan telah dilakukan dengan sangat matang senjata listrik hasil rampasan serta curian dipersiapkan. Beberapa bahan peledak dan senjata tajam juga dibersihkan.
Hari yang dinantikan telah tiba. Kini wajah seribu beserta shifter yang lain melakukan sebuah penghadangan. Misi utama melumpuhkan dulu penjagaan yang ada di sana. Tak akan medah melakukan itu karena beberapa orang yang ada di sana merupakan shifter. Peledk dibungkus dengan kado dan dibawa oleh wajah seribu yangt menyamar mnjadi seorang mentor sehingga tak ada kecurigaan sama sekali.
Kado telah diberikan ke beberapa orang yang dituju. Wajah seribu sedikit menjauh. Sebuah tombol ditekan, ledakan pun terjadi. Banyak orang yang terluka berat hingga kehilangan nyawa.
Pengamanan di dalam akademi tersebut telah pudar. Beberapa orang masuk ke dalam akademi tersebut tanpa pemeriksaan sama sekali. Beberapa dari meraka berganti peran menjadi penjaga, sebagian yang lain ikut wajah seribu menanam bahan peledak di jalan yang akan dilalui kepala akademi.
Sebuah mobil yang digunakan oleh kepala akademi telah telihat. Kendaraan tersebut berada di atas jebakan dan bom diledakkan. Mobikl tersebut terpental dan terbalik. Segenap orang yang ada di dalam kendaraan tersebut keluar. “Ada apa ini?” Kepala akademi bingung dengan kejadian yang ada di sana.
Si wajah seribu keluar dari tempat persempuan dengan dua shfter yang lain sambil membawa senjata listrik. Sebuah tembakan dilakukan dan hanya mengenai mobil terbalik karena para penumpang bergerak engan bersembunyi ke belakang sebuah mobil. “Menyerahlah, aku hanya ingin mengganti peranmu!” teriak si wajah seribu. Karena tak ada tanggapan sebuah bom dilemparkan dan memaksa orang yang bersembunyi untuk keluar.
“Meskipun aku bukan shifter, jangan pernah meremaehkan lawanmu.” Kepala akademi maju sambil mengayunkan sebuah besi meski tak berkutik bagi wajah seribu yang telah berubah menjadi besi. Senjata kejut listrik digunakan dan membuat wajah seribu teraliri listrik. Sayang, dia sendiri terkena tembakan listrik dari shifter yang lain.
Dua orang dari pengawal kepala akademi brubah menjadi beruang dan manudia jamur. Serangan kedua orang tersebut langsung mengarah ke shifter yang menembak kepala akademi. Cakaran serta serbu spora mengalihkan perhatian mereka.
Kedua orang yang dilawan tersebut berubah wujud menjadi shifter lebah dan batu. SI batu melawan beruang, sedangkan si lebah mengadapi jamur.
Wajah seribu beubah menjadi karet dan mengambil sebuah senjata listrik. Benda tersebut diarahkan ke kepala akademi. Di saat target sedang lumpuh dan tak bisa bergerak, dia mengambil sebuah bahan peledak. Benda tersebut dilemparkan dan terjadi sebuah ledakan. Kilau cshaya terang terlihat bersamaan dengan menghilangnya tubuh kepala akademi.
Wajah seribu mengubah bentuk hingga mirip dengan kepala akademi. Lelaki tersebut berjalan ke tempat pertarungan antar shifter berlangsung. Tembakan dilakukan kepada salah shifter beruang yang membuat sesosok tubuh besar tersebut menjadi kaku dan diserang habis-habisan oleh kedua si batu beserta si wajah seribu hingga tak sadarkan diri.
Kini hanya tinggal manusia jamur saja yang bertahan. Sosok perempuan tersebut masih saja bisa melawan meski terkena serangan senjata listrik bertubi-tubi. Bahkan spora yang digunakan mengganggu pernapasan setiap orang yang ada di sana. Sengatan dari lebah ditahan, malah dia berbalik menyerang. Sengat dicabut yang mengakibatkan si lemah kembali menjadi manusia biasa dan kehilangan organ penting sebelum nyawa terbebas dari raga.
Sulit untuk mendekati jamur deng spora yang masih bertebaran di udara. Si batu yang nekad untuk menerobos juga tak berkutik menghadapi alergi. Terpaksa dia harus mundur, segitu juga dengan yang lain.
Wajah yang mirip dengan kepala akademi membuat shifter dual tipe tersebut bisa mendekati si jamur dengan mudah tanpa harus terkena spora. Bom dinyalakan dan dia berubah menjadi manusia besi. Ledakan terjadi di sana, Si jamur langsung kehilangan nyawa. Sementara si wajah seribu masih bisa hidup dengan luka cukup serius.
“Bro,” kata seorang yang ada di sana.
“Aku tak apa-apa, yang penting misi kita berhasil.” Wajah seribu memegang bagian tubuh yang terluka.
Mobil yang terbalik dibongkar. Segala surat dokumen serta hasil rapat diperiksa dengan teliti. Dengan demikian wajah seribu bisa melanjutkan tugas kepala akademi dengan sangat mudah. Malah ada satu lagi hal yang penting, kedatangan pangeran di tempat pelatihan akademi tersebut. “Teman-teman, aku punya rencana yang lain. Aku akan menjadi penguasa kerajaan ini. Kalian rahasiakan ini dan kita akan bersenang-senang di dalam kemewahan,” kata orang yang bisa berubah menjadi orang lain tersebut.
“Jadi kita akan mengkhianati pak bos? Kita tak pernah melakukan hal itu sebelumnya,” tanya seseorang yang ada di sana.
“Bukan, kita tetap laksanakan tugas ini. Jika gagal kita sebarkan saja hoax,” kata temannnya.
Pagi hari telah menjelang. Wajah seribu masuk ke dalam akademi tersebut sebagai kepala akademi. Beberapa akses telah dimiliki. Dia dengan mudah memasukkan makanan apa saja. Namun hal tersebut tak semudah yang dibayangkan. Hanya racun pelumpuh syaraf sementara yang bisa digunakan untuk mengelabuhi para koki. Itupun tak bisa langsung dikirimkan. Tepaksa dia harus memutar otak.
Sebuah ide telah ditemukan. Seribu wajah pergi ke rauang laboartorium. Tabel hasil penelitian diambil. Sejumlah eksperimen diperiksa. Ketemu sebuah cara yang cukup elektif. Dengan sesuka hati dia membuat sebuah jenis racun beserta pemicunya.
Wajah seribu juga memipin rapat para mentor di kala itu. Dengan demikian dia bisa mengetahui segala rencana penyambutan. Memang adu debat terjadi di sana. Saat itu rencana berikutnya dilancarkan, beberapa orang masuk ke dalam akademi tanpa ada pemeriksaan sama sekali.
Rapat usai dilakukan, si wajah seribu menuju ke gudang senjata bersama dengan beberapa orang yang dimasukkan. Petugas kebersihan yang mengetahui kegiatan mereka langsung dihilangkan keberadaannya. Persediaan senjata dikuras habis.
“Pak, apa yakin kita akan menghabisi mereka semua? Bagaimana jika ada yang kabur?” tanya seorang perempuan muda.
“Tak akan ada yang bisa kabur. Besok akan aku kunci akademi ini dan kuluncurkan sebuah rudal. Jika kita tak bisa menghabisi naga elemental dengan cara biasa, maka akan kita habisi seisi akademi ini. Kalian jangan takut, besok kita keluar melalui jalan rahasia,” kata wajah seribu dengan penuh keyakinan.